Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bamsoet: Jangan Biarkan Mafia Tanah Rusak Kepastian Hukum dan Iklim Investasi
Rabu, 19 Februari 2025 11:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR/Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) beserta Satgas Anti Mafia Tanah untuk lebih tegas mengeliminasi sepak terjang mafia tanah. Puluhan ribu jumlah kasus mafia tanah sudah membentuk persepsi negatif tentang kepastian hukum, dan menjadi indikator buruknya kualitas penegakan hukum. Tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi sepak terjang mafia tanah sudah menjadi faktor perusak iklim investasi.
"Jangan lupa bahwa iklim usaha yang kondusif juga sangat dipengaruhi oleh legalitas aspek pertanahan. Selain itu, legalitas aspek pertanahan juga memberi gambaran tentang baik-buruknya penegakan hukum,” ujar Bamsoet, di Jakarta, Rabu (19/2/2025).
Baca juga : Lewat Program TJSL, JIEP Berikan Makanan Tambahan Bergizi Kepada Balita
Ketua MPR ke-15 dan Ketua DPR ke-20 ini menjelaskan, data Kementerian ATR/BPN mencatat selama tahun 2024, lebih dari 48.000 kasus mafia tanah di Indonesia. Jumlah tersebut memberi gambaran kepada masyarakat betapa mafia tanah demikian merajalela dan sangat leluasa melancarkan aksinya.
Masyarakat pemilik tanah tidak terlindungi oleh sistem hukum dan administrasi pertanahan di BPN. Mafia tanah pun demikian leluasa melakukan pemalsuan dokumen tanah untuk merampas hak pemilikan tanah dari pemilik yang sah.
Baca juga : Bintang Jerman Ini Idolakan CR7 Ketimbang Messi
"Kondisi ini sangat memprihatinkan karena mafia tanah bisa leluasa dalam melancarkan aksinya berkat kerja sama dengan oknum di tubuh birokrasi. Sebagaimana diungkap Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, setiap kasus tanah banyak melibatkan oknum internal BPN yang perannya mencapai 60 persen," kata Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Kadun Indonesia ini menegaskan, ketika para oknum birokrat itu sudah menjadi bagian dari kerja kotor mafia tanah, perilaku seperti itu tidak boleh ditolerir. Sebab, sangat nyata bahwa para oknum tersebut sudah melakukan kejahatan terhadap masyarakat.
Baca juga : 44 Puskesmas Di Jakarta Sediakan Layanan Periksa Kesehatan Gratis
“Saya mendukung Menteri Nusron untuk ‘bersih-bersih’ pada kementerian yang dipimpinnya. Karena keberhasilan mengeliminasi mafia tanah menjadi sumbangan yang sangat strategis bagi terwujudnya iklim berbisnis yang kondusif,” pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya