Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Musnahkan 86 Ton Bawang Bombai Berhama
DPR Dan Barantin Kompak Amankan Keamanan Pangan
Sabtu, 1 Maret 2025 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Komisi IV DPR bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin) memusnahkan 86,4 ton bawang bombai impor asal Belanda yang terdeteksi mengandung hama dan penyakitpada tumbuhan. Anggota Komisi IV DPR Mayjen TNI (Purn) Sturman Pandjaitan mengatakan, langkah ini diambil untuk mengamankan kelangsungan komoditas pangan di dalam negeri.
"Sekitar 86,4 ton (bawang bombai) akan dimusnahkan. Ini tidak boleh ke mana-mana, karena bisa berbahaya bagi masyarakat apabila dikonsumsi," kata Sturman, saat menyaksikan pemusnahan 86,4 ton bawang bombai asal Belanda, di Balai Uji Terap, Teknik dan Metode Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (28/2/2025).
Baca juga : Airlangga: Saya Minta Ada ATM Emas Di Mall
Turut hadir dalam pemusnahan ini Kepala Badan Karantina (Barantina) Sahat Manaor Panggabean, perwakilan Ditjen Bea Cukai, dan pelaku usaha. Hadir juga sejumlah anggota Komisi IV DPR seperti drh Slamet, Riyono, dan Eko Wahyudi.
Sturman menyadari, tugas Barantin tidak mudah untuk mencegah masuk dan tersebarnya penyakit, baik penyakit hewan, ikan maupun tumbuhan. Karena itu, Komisi IV DPR akan terus mendukung kerja-kerja perkarantinaan untuk pangan ini benar-benar berjalan dengan maksimal.
Baca juga : Kinerja BNI Di Awal Tahun Makin Ciamik
"Hari ini kami melihat kerja yang dilakukan Barantin sudah sangat baik. Ini dilakukan di semua wilayah kita," lanjut Wakil Ketua Badan Legislasi DPR ini.
Komisi IV DPR, lanjutnya, akan selalu mengawasi kerja Barantin sebagai garda terdepan dalam perlindungan sumber daya alam hayati melalui sistem biosekuriti. "Memang nilainya (yang dimusnahkan) tidak seberapa sebenarnya, tapi dampaknya kepada masyarakat ini luar biasa. Apalagi saat Ramadan, kita harus memastikan produk pangan yang beredar di masyarakat terjamin keamanan dan kualitasnya," tambahnya.
Baca juga : Hore... Nasabah Bank Sampah Bebas Iuran
Kepala Barantin Sahat M Panggabean menyampaikan, pemusnahan ini adalah bagian dari sistem karantina untuk mencegah risiko masuk dan tersebarnya hama penyakit ke Indonesia. "Intinya kita tidak mau barang-barang yang dikirim ke Indonesia tidak baik. Karena ini tidak aman dikonsumsi dan berbahaya untuk lingkungan," tegasnya.
Sahat memastikan, Barantin telah memiliki sistem karantina yang berlapis. Tahapan pre border merupakan sistem karantina yang memastikan bahwa semua komoditas yang akan dikirim harus dijamin kesehatan dan keamanannya oleh negara asal. Tahapan at border yaitu pemeriksaan di pelabuhan atau bandara, dan post border yaitu monitoring komoditas setelah pemasukan ke wilayah Indonesia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya