Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Lahan Pertanian Diterjang Banjir
Senayan Kasih Catatan Kritis
Kamis, 13 Maret 2025 07:10 WIB
Sebelumnya
Sementara itu Menteri Amran menegaskan pihaknya tidak hanya fokus pada jagung dan beras saja, tetapi fokus juga kepada komoditi lain. Pihaknya memang mendahulukan komoditi beras karena memang merupakan komoditi yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Karena kalau daging tersedia, tapi beras tidak tersedia itu masalah besar bagi negara,” tegasnya.
Amran menegaskan, ketika Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menyerang hewan ternak beberapa waktu lalu, pihaknya gerak cepat dengan menggeser anggaran sebesar Rp 100 miliar untuk meredam PMK.
Baca juga : Perekonomian Menggeliat, Konsumsi Masyarakat Naik
“Jadi bukan bahwa fokus pangan ini, yang lain dilupakan. Ini membuktikan bahwa kita peduli pada yang lain tapi ada prioritas yang tidak bisa ditawar, beras,” ujarnya.
Terkait produksi beras awal tahun ini yang merupakan produksi tertinggi selama 7 tahun terakhir ini, ditegaskan Amran, bahwa hal tersebut bukanlah klaim Kementan tetapi berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Itu adalah BPS. kami tidak berhak lagi mengeluarkan data. semua data yang kami masukkan ini masuk harus berdasarkan BPS. Itu perintah Bapak Presiden. Nggak boleh lagi kita ada dualisme,” tegasnya.
Baca juga : Distribusi MinyaKita Baiknya Ajak BUMN
Sementara terkait banjir, Amran memastikan Kementan selalu menyerahkan bantuan kepada petani yang terdampak banjir. Dari 17 ribu hektare luas sawah yang terkendala banjir, pihaknya telah menyalurkan bantuan sebanyak 8.000 hektare, sementara dalam yang dalam proses 9.000 hektare.
“Tetapi Pak Johan kalau bisa jangan dibesar-besarkan karena hanya 0,01 persen, karena yang kita kelola ini 7 juta hektare. Nah inilah media biasa besarkan yang 5 hektare, tapi yang 7 juta tidak dibesarkan. Yang peningkatan 3 juta ton itu tidak mudah Pak,” katanya. KAL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Kamis, 13 Maret 2025 dengan judul "Lahan Pertanian Diterjang Banjir Senayan Kasih Catatan Kritis"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya