Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Abraham Sridjaja Dorong Kajian Kasino: Boleh Untuk WNA, Haram Bagi WNI
Selasa, 13 Mei 2025 14:47 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi I DPR RI Abraham Sridjaja menyatakan bahwa legalisasi kasino di Indonesia bukanlah isu hitam-putih. Selama dikelola dengan regulasi ketat, terbatas untuk wisatawan asing (WNA), dan berbasis pada pengembangan pariwisata strategis berkelas dunia, opsi meningkatkan penerimaan negara melalui kasino layak dipertimbangkan.
“Selama dikelola dengan regulasi yang ketat, berbasis pariwisata, dan tidak bersifat terbuka luas, opsi ini layak dipertimbangkan secara objektif,” tegas Abraham dalam keterangannya, Selasa (13/5/2025).
Ia menekankan bahwa fokus kebijakan ini bukan untuk memfasilitasi perjudian bebas, melainkan sebagai langkah realistis untuk mengurangi capital outflow, menarik wisatawan asing, dan meningkatkan penerimaan negara.
Abraham menyoroti bahwa beberapa negara muslim justru sudah lebih progresif dan strategis dalam merespons isu ini.
Baca juga : Prabowo Ingin Bangun Kampung Untuk WNI Di Arab Saudi
“Malaysia, negara Muslim, telah lama memiliki kasino internasional di Genting Highlands. Namun Pemerintah mereka melarang warga negaranya masuk, khususnya umat Muslim, dan hanya mengizinkan wisatawan asing. Uni Emirat Arab, negara Muslim lainnya, bahkan kini tengah membangun kawasan kasino eksklusif kelas dunia, sepenuhnya tertutup untuk warga lokal dan hanya dapat diakses oleh turis asing, dengan sistem pengawasan ketat,” jelas Abraham.
Dia juga menyinggung Singapura yang mengenakan tarif masuk tinggi bagi warga lokal, dan juga Thailand yang baru-baru ini menyatakan kesiapannya membuka kasino legal guna meningkatkan pariwisata dan penerimaan fiskal, dengan batasan ketat bagi warga lokal.
“Legal tapi terkendali. Terbuka tapi terbatas. Kasino boleh untuk WNA, tapi haram untuk WNI. Ini bukan soal perjudian, ini soal kebijakan fiskal strategis,” sambung politisi muda Fraksi Golkar ini.
Lebih lanjut, Abraham mengatakan Indonesia harus realistis dalam menghadapi potensi kebocoran devisa akibat praktik perjudian WNI di luar negeri.
Baca juga : Pertamina Dukung Kelancaran Transportasi Publik Untuk Mudik Lebaran 2025
“Setiap tahun, triliunan rupiah mengalir keluar dari Indonesia ke Genting, Marina Bay, Makau, dan destinasi sejenis. Negara tidak mendapat manfaat apa pun. Ini kerugian diam-diam yang kita biarkan terlalu lama,” ujarnya.
Abraham menggarisbawahi bahwa legalisasi kasino tidak identik dengan liberalisasi perjudian. Ia justru mendorong sistem yang sangat ketat dan tersegmentasi, mengambil contoh dari negara-negara yang bahkan memiliki basis nilai keagamaan konservatif.
“Semua negara ini memisahkan antara fungsi ekonomi dan proteksi moral sosial. Mereka sadar bahwa perjudian bisa diatur secara disiplin untuk menjadi sumber devisa, bukan ancaman moral jika dikelola dengan benar,” ujarnya.
Abraham menilai, Indonesia justru berpotensi kehilangan devisa besar karena warga negara Indonesia selama ini berpergian ke luar negeri untuk berjudi, tanpa kontribusi apa pun terhadap ekonomi nasional.
Baca juga : Astra Infra Berlakukan Diskon Tarif Tol Untuk Dukung Kelancaran Mudik 2025
“Ini soal keberanian melihat realitas. Jika kita bisa menciptakan zona pariwisata tertutup khusus untuk WNA, dengan sistem verifikasi, kamera pengawasan, dan larangan mutlak bagi WNI, maka kita bisa meraih manfaat fiskal tanpa mengorbankan nilai-nilai sosial bangsa,” tegasnya.
Dia juga menekankan bahwa legalisasi ini harus disertai dengan Zona terbatas di kawasan pariwisata internasional seperti di Bali, Bintan, atau Kawasan Ekonomi Khusus tertentu. Selain itu bisa disertai larangan total untuk WNI masuk ke area kasino, sistem pengawasan berlapis melalui digital, fisik, dan yuridis.
Kemudian reinvestasi langsung pendapatan kasino ke sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial.
“Legal tapi terbatas. Terbuka tapi terkendali. Kita bukan bicara perjudian massal, tapi kebijakan makroekonomi strategis,” pungkas Abraham.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya