Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
822 Remaja Majalengka Terjangkit HIV/AIDS
Pemerintah Harus Tingkatkan Edukasi Kesehatan Reproduksi
Senin, 26 Mei 2025 07:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah harus meningkatkan edukasi tentang kesehatan reproduksi dan bahaya penggunaan narkoba. Pasalnya, kasus HIV/AIDS di kalangan remaja mengalami peningkatan cukup signifikan, salah satunya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar).
Ketua DPR, Puan Maharani menilai, penyebaran kasus HIV/AIDS di kalangan anak remaja di Kabupaten Majalengka, sudah berada di level darurat. Pasalnya, dari 2.000 kasus HIV/AIDS di Majalengka, sebanyak 822 kasus terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa.
Menurut dia, banyaknya pelajar dan mahasiswa yang bergelut dengan usaha bertahan hidup karena terjangkit HIV/AIDS, tak dapat dinormalisasi. Harusnya, mereka sedang giat-giatnya belajar, bermimpi, dan memiliki target saat dewasa, atau di usia produktifnya.
Baca juga : 21 PAC Menolak Plt, Gerindra Kuningan Memanas
Sebab itu, Puan mengingatkan semua pihak, naiknya kasus HIV/AIDS di kalangan pelajar dan mahasiswa harus segera ditangani dan diantisipasi. Dia mendorong Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah memberi perlindungan secara masif, melalui edukasi kesehatan reporoduksi, layanan kesehatan, dan pendekatan tanpa stigma.
"Fenomena ini harus jadi warning bagi pemangku kebijakan, untuk memperbaiki program edukasi kesehatan reproduksi. Khususnya, untuk melindungi generasi muda," ujar puan dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (25/5/2025).
Lebih lanjut, politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, semua pihak memiliki tanggung jawab dalam menyediakan ruang aman bagi remaja. Di antaranya, ruang aman untuk belajar tentang kesehatan seksual dan bahaya narkoba.
Baca juga : Penyidik Buka Peluang Terapkan Pasal TPPU
"Edukasi seksual masih dianggap tabu. Padahal, keterbukaan bisa menyelamatkan nyawa. Masalah lainnya, penyalahgunaan narkoba yang juga masih menjadi pekerjaan rumah (PR) di Indonesia," imbuhnya.
Puan juga mengingatkan tentang pentingnya pendekatan humanis, untuk melacak kasus di lapangan. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan, agar penyebaran HIV/AIDS tidak masif.
"Anak-anak jadi takut bicara, malu berobat, atau enggan memeriksakan diri. Pemerintah harus berani bicara soal pencegahan, bukan hanya larangan," tegasnya.
Baca juga : Bank Diminta Segera Pangkas Suku Bunga
Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) ini juga meminta Pemerintah melakukan intervensi nyata secara sistematis. Intervensi sistematis harus melibatkan lintas kementerian, di antaranya Kemenkes, Kemendikdasmen, dan Kemensos.
"Penanganan masalah ini harus dijadikan agenda nasional, dibutuhkan komitmen bersama untuk memastikan anak-anak kita tumbuh dalam lingkungan yang baik. Ini menjadi tanggung jawab Pemerintah, dunia pendidikan, dan komunitas sosial budaya, dan tentunya keluarga," tandasnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya