Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- PMI Manufaktur Juli Kembali Ekspansi, Kadin Minta Tren Positif Dijaga
- Taipei Open 2026, Kalahkan Malaysia, Ganda Garuda Juara
- Kapal Pertamina Patra Niaga Selamatkan 17 Korban KMP Mutiara Sentosa 2
- Jasaraharja Putera Pastikan Perlindungan Bagi Korban KMP Mutiara Sentosa II
- Kasus Bupati Pemalang, KPK Sita Moge hingga Emas dari Penggeledahan
Saran Senayan Ke Pemerintah
Pelarangan Truk ODOL Butuh Solusi Komprehensif
Kamis, 26 Juni 2025 07:10 WIB
Sebelumnya
Anggota Komisi V DPR Mori Hanafi mengusulkan adanya pengaturan ulang ambang batas tonase kendaraan pengangkutan. Hal itu sejalan dengan tujuan pelarangan truk ODOL.
“Kalau overnya 10 persen nggak apa-apa, kita tolerir. Tapi kalau overnya sampai 25 persen, 30 persen, otomatis truk itu tidak boleh jalan,” sarannya.
Baca juga : Garuda Punya Amunisi Buat Dongkrak Kinerja
Mori menambahkan, pengaturan ulang ambang batas tonase dapat diiringi dengan penyesuaian tarif logistik dan keringanan pajak. Dengan begitu, para pelaku usaha logistik tidak mengalami kerugian.
“Kalau misalnya ada pengurangan-pengurangan terhadap over weight, over dimension, ini tidak terlalu merugikan mereka. Ada penyesuaian tarif dan ada pengurangan-pengurangan terhadap pajak, beban pajak yang harus mereka bayarkan,” tandasnya.
Baca juga : Hilirisasi Obat Mujarab Hadapi Gejolak Ekonomi
Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Roy Rizali Anwar menyebutkan, penertiban truk ODOL menjadi salah satu pekerjaan rumah besar Pemerintah yang tak kunjung rampung. Bahkan, aktivitas truk ODOL telah menimbulkan kerugian negara hingga Rp 43,47 triliun per tahunnya.
Kendaraan kelebihan muatan itu telah menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti mempercepat kerusakan jalan. Bahkan umur jalan bisa terpangkas dari sekitar 11 tahun menjadi 3 tahun hingga merugikan keuangan negara. OSP
Baca juga : Perketat Rekrutmen, Cegah Ordal & Upeti
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Kamis, 26 Juni 2025 dengan judul "Saran Senayan Ke Pemerintah, Pelarangan Truk ODOL Butuh Solusi Komprehensif"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya