Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kasus Perundungan Di Dunia Pendidikan
Sistem Perlindungan Anak Di Sekolah Masih Lemah
Jumat, 14 November 2025 06:55 WIB
Sebelumnya
“Hasil audit harus dipublikasikan secara transparan agar publik dapat menilai kemajuan dan mendorong akuntabilitas lembaga pendidikan,” kata dia.
Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian menambahkan, praktik perundungan di lingkungan sekolah adalah fenomena yang serius dan tidak dapat ditoleransi. Sebab, dampak psikologis korban berpotensi ekstrem, termasuk dorongan balas dendam korban kepada pelaku bullying.
“Ketika seorang siswa menjadi korban bullying, dampak psikologisnya bisa sangat dalam sehingga mendorong tindakan yang tidak rasional,” kata Hetifah dalam keterangannya, Kamis (13/11/2025).
Hetifah memandang sekolah semestinya menjadi tempat yang aman, nyaman, serta dapat membentuk karakter positif bagi siswa. Bukan malah melahirkan trauma bagi peserta didik.
Baca juga : Ketua Golkar Malut Tegaskan Maju Lagi
“Perlunya langkah komprehensif dari seluruh pihak untuk mencegah praktik bullying,” kata politikus Golkar ini.
Bagaimana tanggapan Pemerintah?
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, akan menghadirkan tiga kebijakan untuk menghilang masalah dunia pendidikan saat ini. Yaitu perundungan (bullying), kekerasan seksual dan intoleransi. Tujuannya, untuk menciptakan generasi muda yang mampu percaya diri untuk melintasi batas dengan berbagai perbedaan. Terlebih generasi muda masa kini adalah bakal calon pemimpin dunia di masa depan.
“Ini pesan penting agar semua pihak memberikan perhatian kepada generasi muda sebagai insan yang akan memimpin dunia di masa yang akan datang,” ujar Mu’ti di Jakarta, Kamis (13/11/2025).
Baca juga : Apresiasi BGN Lakukan Perbaikan, Gerindra Datangi MBG Sampai Ke Dapur-dapur
Mu’ti menyebut, ada tiga kebijakan menjadi dasar pembentukan karakter agar generasi muda memiliki sikap yang terbuka dan jiwa yang lapang dada untuk bisa menerima perbedaan. Yaitu, Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam, Kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, dan Perkuat Bimbingan dan Konseling.
Pendekatan pembelajaran mendalam untuk membentuk generasi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Pendekatan ini juga menekankan pendidikan karakter untuk menjadi warga negara dan dunia yang baik.
Sedangkan, Kebijakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat dan tidur cepat.
“Melalui 7 kebiasaan ini kami ingin generasi muda lebih banyak beraktivitas sosial dengan berolahraga atau bermasyarakat,” harap Sekretaris Umum (Sekum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah ini.
Baca juga : Dony Oskaria: Saatnya Terbang Lebih Tinggi
Terakhir, Perkuat Bimbingan dan Konseling. Orang tua diharapkan bisa menjadi sahabat sekaligus mentor yang baik bagi generasi Z dan generasi Alpha. Sebab banyak kasus kekerasan bisa terjadi karena kurangnya kesabaran orang tua untuk mendengar dan kurang mengapresiasi anak-anak yang sebenarnya memerlukan ruang untuk berbicara. TIF
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Jumat, 14 November 2025 dengan judul "Kasus Perundungan Di Dunia Pendidikan Sistem Perlindungan Anak Di Sekolah Masih Lemah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya