Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Komisi VII Soroti Rangkaian Musibah Wisata 2025
Perlu Reformasi Keamanan Dan Keselamatan Pariwisata
Senin, 5 Januari 2026 07:05 WIB
Sebelumnya
Antara lain perlunya penetapan standar nasional keselamatan dan keamanan pariwisata termasuk dalam konteks respon cepat ketika terjadi peristiwa dengan pengerahan sumber daya, sertifikasi wajib bagi operator, sistem early warning system dan koordinasi. Bila perlu, untuk mencegah wilayah abu-abu mengenai siapa bertanggung jawab terhadap apa, bisa saja dibentuk desk khusus atau organ yang sifatnya koordinatif. Yang bisa juga bertanggung jawab di destinasi wisata itu dari hari ke hari secara langsung untuk memantau dan mengawasi pelaksanaan standar atau SOP yang sudah dibuat tanpa mengurangi tugas dan fungsi lembaga yang sudah ada.
”Bagaimanapun harus ada yang leading yang menjadi koordinator yang mengatur semua sumber daya yang kita miliki secara cepat. Karena di kita itu semua sudah ada lembaganya yang menjalankan fungsi masing-masing," sarannya.
Baca juga : 85 Persen Sekolah Terdampak Banjir Sudah Siap Belajar
Yang lemahnya itu, dia melanjutkan, pelaksanaan di lapangan, siapa yang mengawasi dari hari ke hari, siapa yang menjalankannya, termasuk pre-emtif, dan preventif. Nah ini perlu didiskusikan lagi, kita harus bongkar sisi lemahnya. Apakah syahbandar, penjaga pantai, petugas Taman Nasional, atau lainnya sudah benar-benar menjalankan tugasnya dan lainnya,” sambung Evita.
Dari sisi wisatawan, Evita juga berharap munculnya kesadaran baru mengenai pentingnya keselamatan dan keamanan wisata dengan bersikap kritis terhadap prosedur dan penanganan keselamatan yang ditemuinya di lapangan. ”Harus kritis, wisatawan kita berdayakan juga. Wisatawan harus berani meminta jaminan keselamatan dari operator, jika ragu jangan ikut,” ucapnya. TIF
Baca juga : Pemerintah Hadirkan Pos SAPA
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Senin, 5 Januari 2026 dengan judul "Komisi VII Soroti Rangkaian Musibah Wisata 2025, Perlu Reformasi Keamanan Dan Keselamatan Pariwisata"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya