Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Negara Butuh Pagar Pengaman Kuat
DPR Usulkan Pansus Perbatasan
Sabtu, 7 Februari 2026 07:05 WIB
Sebelumnya
“Untuk itu, pembentukan pansus lintas komisi jadi langkah strategis untuk menjawab semua tantangan itu,” katanya.
Senada, anggota Komisi II DPR Komarudin Watubun menjelaskan, kompleksitas perbatasan tidak memungkinkan penanganan dilakukan secara sektoral. Ego antar-kementerian masih sering menghambat upaya penyelesaian masalah perbatasan. Akibatnya, berbagai persoalan strategis kerap berlarut-larut tanpa solusi tuntas. “Kalau hanya diurus satu komisi, tidak bisa. Ego sektoral masih sangat dominan,” ujarnya.
Baca juga : Zulhas: Makanan Dibagi Untuk Dibawa Pulang
Politikus PDIP itu mengibaratkan negara sebagai sebuah kebun yang harus memiliki pagar pengaman yang kuat. Tanpa pengamanan perbatasan yang memadai, berbagai ancaman akan mudah masuk ke dalam negeri. Lemahnya pengawasan juga berpotensi memicu berbagai kejahatan lintas negara.
“Mulai dari penyelundupan, perdagangan ilegal, pertambangan ilegal, hingga peredaran narkoba yang mengancam keamanan nasional, dan merusak masa depan generasi muda,” katanya.
Baca juga : 3 Pejabat Bea Cukai Diduga Terima Jatah Bulanan 7 M
Komarudin menyinggung wilayah perbatasan Papua sebagai salah satu contoh kawasan strategis yang membutuhkan perhatian serius. Letaknya yang berbatasan langsung dengan negara lain dan jalur internasional membuat kawasan itu rawan terhadap berbagai dinamika geopolitik.
“Pengalaman di Papua harus menjadi pelajaran bagi pengelolaan perbatasan di wilayah lain. Negara tidak boleh terlambat merespons perubahan lingkungan strategis global,” tandasnya. PYB
Baca juga : Polri Kawal Hak Buruh Di Seluruh Indonesia
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Sabtu, 7 Februari 2026 dengan judul "Negara Butuh Pagar Pengaman Kuat DPR Usulkan Pansus Perbatasan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya