Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Jelang Arus Mudik
DPR Harap Transportasi Dan Stok Energi Bisa Aman
Senin, 9 Maret 2026 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan meminta BUMN sektor energi dan transportasi memperkuat kolaborasi menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat. Hal ini demi memastikan kelancaran perjalanan selama arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026 di berbagai wilayah Indonesia.
Wakil Ketua Komisi VI DPR Eko Hendro Purnomo menilai, sinergi antar BUMN harus diperkuat sejak awal persiapan mudik Lebaran. Kolaborasi itu merupakan salah satu kunci agar distribusi energi serta layanan transportasi nasional tetap berjalan lancar ketika mobilitas masyarakat meningkat selama libur panjang.
Dia menjelaskan, mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran diperkirakan meningkat cukup tajam dibandingkan hari biasa. “Kesiapan operasional sektor energi dan transportasi harus dipastikan sejak jauh hari sebelum puncak arus mudik dan arus balik berlangsung,” katanya, kemarin.
Menghadapi puncak perjalanan nasional saat Idul Fitri, BUMN diminta berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemda. Sinergi lintas lembaga akan menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, periode mudik dan arus balik Lebaran setiap tahun memberi tekanan besar terhadap sistem transportasi dan energi nasional. Karena itu, BUMN di sektor energi dan transportasi harus menjaga stabilitas pasokan sekaligus memastikan distribusi energi tetap berjalan lancar.
Baca juga : Menko Pangan Percepat Swasembada Garam Nasional
BUMN sektor energi, sambungnya, juga diminta mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama arus mudik dan arus balik Lebaran. “Upaya itu bisa ditempuh dengan memetakan rute perjalanan yang berpotensi mengalami peningkatan permintaan energi di sepanjang jalur perjalanan masyarakat,” ucapnya.
Anggota Komisi VI DPR Ida Nurlaela Wiradinata turut menyoroti kesiapan sektor energi menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. Kebutuhan layanan energi pada periode itu harus diantisipasi secara serius agar pasokan tetap terjaga dan tidak menimbulkan antrean panjang atau pembelian panik.
Dia mengingatkan, kondisi global yang memicu kenaikan harga minyak dunia jadi peringatan serius bagi Indonesia. Situasi itu mendorong negara harus memperkuat ketahanan energi nasional. Apalagi, kebutuhan BBM biasanya meningkat tajam saat mobilitas masyarakat melonjak.
Berdasarkan prediksi Pemerintah, jumlah pergerakan masyarakat selama periode Lebaran tahun ini mencapai sekitar 143 juta orang. “Karena itu, kesiapan sektor energi jadi faktor krusial agar perjalanan masyarakat dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman,” tegasnya.
Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade menegaskan, stok bahan bakar minyak nasional saat ini dalam kondisi aman. Pertamina serta Kementerian ESDM telah menyiapkan berbagai langkah konkret untuk menjaga pasokan BBM selama arus mudik Lebaran berlangsung.
Baca juga : Bupati Pekalongan Angkat ART Jadi Direktur Perusahaan
Andre mengungkapkan, Komisi VI DPR telah menerima laporan dari Pertamina mengenai kondisi stok BBM nasional. “Berdasarkan laporan itu, pasokan energi tidak hanya cukup sampai Lebaran, tapi juga dipastikan tetap aman setelah periode libur panjang tersebut berakhir,” ungkapnya.
Sejalan dengan kondisi itu, Pertamina memastikan stok BBM nasional berada dalam keadaan aman dan mencukupi. Dengan ketersediaan itu, masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap pasokan bahan bakar selama melakukan perjalanan mudik Idul Fitri 1447 Hijriah.
Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri menyampaikan, perusahaan telah menyiapkan berbagai langkah melalui Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas RaFI) 2026. “Satgas ini bertugas memastikan pemudik tetap mudah memperoleh akses energi selama dalam perjalanan mudik,” katanya.
Pertamina, sambungnya, juga memfokuskan pelayanan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat selama masa mudik Lebaran. Seluruh fasilitas operasional perusahaan disiagakan bekerja selama 24 jam penuh untuk menjaga ketersediaan BBM, LPG, serta avtur di berbagai wilayah.
Perusahaan, kata dia, menyiagakan sekitar 2.074 SPBU yang beroperasi selama dua puluh empat jam di jalur utama dan wilayah dengan kepadatan kendaraan tinggi. Selain itu disiapkan juga 6.300 agen LPG serta 200 unit mobil tangki sebagai suplai cadangan distribusi energi.
Baca juga : Kapolri: Swasembada Jagung Turut Dukung Program MBG
Selanjutnya, Pertamina menyiapkan layanan tambahan bagi wilayah yang tidak memiliki SPBU permanen maupun di kawasan wisata. Sebanyak 64 titik Kios Pertamina Siaga dan layanan modular disiapkan agar masyarakat tetap mudah memperoleh bahan bakar selama melakukan perjalanan mudik.
Selain memperkuat suplai energi di koridor Sumatera Jawa dan jalur Trans Jawa, pihaknya juga memberi perhatian pada konektivitas Kalimantan dan Sulawesi. “Pertamina turut menyiapkan stok penyangga di sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak bencana saat arus mudik berlangsung,” tandasnya. PYB
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Senin, 9 Maret 2026 dengan judul "Jelang Arus Mudik DPR Harap Transportasi Dan Stok Energi Bisa Aman"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya