Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Gandung Pardiman Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Konflik Global pada Industri
Rabu, 11 Maret 2026 17:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Gandung Pardiman, mendorong pemerintah untuk mengambil langkah antisipatif menghadapi dampak eskalasi konflik geopolitik global terhadap perekonomian, khususnya sektor industri nasional.
Menurut Gandung, meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi global, terutama pada sektor energi, logistik internasional, serta rantai pasok bahan baku industri di dalam negeri.
“Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah dapat memicu volatilitas harga energi global, gangguan jalur perdagangan internasional, serta peningkatan biaya logistik dan bahan baku industri. Kondisi ini pada akhirnya dapat memengaruhi daya saing industri manufaktur di berbagai negara, termasuk Indonesia,” ujar Gandung di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Baca juga : Munas X LDII Bahas Dampak Geopolitik Global dan Ketahanan Nasional
Ia menjelaskan bahwa salah satu titik strategis yang berpotensi terdampak adalah Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia.
Sekitar seperlima pasokan minyak global melewati kawasan tersebut sehingga setiap gangguan di wilayah itu berpotensi memicu lonjakan harga energi internasional.
Menurut Gandung, kenaikan harga energi global akan berdampak langsung terhadap industri manufaktur karena sebagian besar sektor industri menjadikan energi sebagai komponen utama biaya produksi.
Baca juga : Elvi Diana: Dukungan Pemerintah Penting Berantas Illegal Gain
Beberapa sektor yang dinilai sangat sensitif terhadap fluktuasi harga energi antara lain industri petrokimia, logam dasar, semen, pupuk, serta berbagai subsektor industri pengolahan lainnya.
Legislator dari daerah pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) itu menegaskan pentingnya langkah strategis bersama antara pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk mengantisipasi dampak situasi geopolitik global tersebut.
“Kita harus memikirkan langkah strategis bersama pemerintah dalam menyikapi perkembangan situasi geopolitik global. Kinerja ekspor industri manufaktur Indonesia selama ini sangat dipengaruhi oleh stabilitas ekonomi global dan permintaan pasar internasional,” tutup Gandung.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya