Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

MPR: Jangan Tolak Tenaga Medis Covid-19 Saat Kembali ke Lingkungan

Rabu, 25 Maret 2020 14:40 WIB
Hidayat Nur Wahid (Foto: Humas MPR)
Hidayat Nur Wahid (Foto: Humas MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyesalkan adanya tindakan sebagian warga yang mencurigai atau menolak tenaga medis di lingkungannya karena takut tertular wabah Covid-19. Ia mendorong agar warga menghormati para tenaga medis dan membangkitkan kembali semangat kesetiakawanan sosial (gotong royong) di tengah masyarakat.

Hidayat mendengar adanya penolakan tenaga medis itu dari media sosial (medsos). Di medsos, memang beredar curhatan tenaga medis bahwa dirinya dan anak-anaknya dijauhi dan ditolak oleh lingkungannya.

Baca juga : Rentan Covid-19, Singapura Beri Kemudahan Belanja Bagi Lansia Hingga Bumil

"Kita memahami kekhawatiran masyarakat akan bahaya Virus Corona. Namun, sikap menolak dan menstigma tenaga medis sebagai penyebar virus justru kontraproduktif. Para dokter, perawat, dan petugas administrasi rumah sakit itu sudah bertaruh nyawa untuk merawat dan melayani pasien. Sampai-sampai mereka tak lagi hiraukan keselamatan mereka. Warga harusnya memberi simpati dan apresiasi atas dedikasi dan pengorbanan mereka," ujar politisi yang akrab disapa HNW ini, dalam keterangan yang diterima redaksi, Rabu (25/3).

HNW memahami, ketakutan masyarakat itu merupakan efek samping dari berita yang mereka konsumsi soal penyebaran Covid-19 beserta dampak-dampaknya. Juga dari physical distancing (pembatasan jarak/gerak fisik) masyarakat, karena harus tinggal di rumah dalam waktu cukup lama. Bahkan, perlu karantina atau isolasi mandiri bila ada anggota keluarga yang terpapar Covid-19.

Baca juga : Terinfeksi Covid-19, Besan Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia

Akibatnya, sebagian masyarakat yang tidak paham prosedur medis berprasangka, tenaga medis menjadi penyebar virus. "Itu pandangan yang keliru. Tenaga medis memiliki prosedur perlindungan diri sebelum dan sesudah merawat pasien. Insya Allah, mereka sehat dan bersih sehingga ketika kembali ke rumah atau tempat kost, mereka tetap menjaga prosedur kesehatan. Termasuk ketika mereka akan pulang ke rumah masing-masing,” jelas Hidayat.

Daripada menebar ketakutan dan stigma yang kontraproduktif terhadap tenaga medis, Hidayat mengimbau, lebih baik warga menggalang solidaritas dan menebar empati.  Misalnya, menaati arahan para ulama, pemerintah, dan tenaga medis untuk tetap di rumah, dengan  beraktivitas/bekerja produktif, menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat, serta menggalang bantuan untuk mendukung kinerja tenaga medis dan mendoakan tenaga medis serta agar Covid-19 segera bisa diatasi. 

Baca juga : PBNU: Korban Corona Covid-19 Muslim Mati Syahid

"Itu wujud kesetiakawanan sosial di masa kini. Jika dulu para pejuang bergandengan tangan melawan penjajahan, maka saat ini kita bergotong-royong  melawan wabah corona," ujar Hidayat. [USU]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.