Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sebelumnya
Azis kemudian mendorong lima agenda kebijakan konkret. Pertama, pemerintah perlu membangun sistem peringatan dini harga pangan hingga tingkat kabupaten dan kota.
Kedua, subsidi logistik pangan perlu diperluas secara selektif untuk menekan biaya distribusi. Ketiga, perlindungan energi harus difokuskan kepada sektor produktif rakyat kecil seperti petani, nelayan, transportasi umum, dan UMKM.
Baca juga : LPI: Rombak BGN Bukti Pemerintah Dengarkan Masukan Publik
Keempat, koperasi desa, BUMDes, dan pasar rakyat perlu dijadikan instrumen stabilisasi ekonomi nasional. Kelima, komunikasi publik pemerintah harus diperkuat agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh kepanikan pasar.
“Kepercayaan publik adalah salah satu modal ekonomi paling berharga. Di era digital, kepanikan bisa menyebar lebih cepat daripada inflasi itu sendiri,” ujar Azis.
Baca juga : MTI Minta Pemerintah Perkuat Sistem Keselamatan Transportasi
Ia menegaskan, keberhasilan kebijakan ekonomi tidak cukup diukur dari pujian analis pasar atau pergerakan indikator makro semata. Keberhasilan yang sesungguhnya terlihat ketika petani tetap menanam, nelayan tetap melaut, pedagang pasar tetap memperoleh keuntungan, UMKM tetap tumbuh, dan keluarga sederhana tetap mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.
“Menjaga rupiah bukan sekadar mempertahankan nilai mata uang. Menjaga rupiah berarti menjaga martabat kehidupan rakyat. Stabilitas ekonomi harus memastikan badai global berhenti di pelabuhan statistik dan tidak berubah menjadi penderitaan di meja makan rakyat,” pungkas Azis.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya