Dark/Light Mode

Pagi-Pagi, DPR Bahas Kondisi Ekonomi Dengan Gubernur BI, Menkeu, dan Mensesneg

Sabtu, 6 Juni 2026 10:20 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (tengah) dalam konferensi pers bersama Gubernur BI Perry Warjiyo, Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (tengah) dalam konferensi pers bersama Gubernur BI Perry Warjiyo, Wakil Ketua Komisi XI Mohamad Hekal, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - DPR menggelar pertemuan tertutup dengan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Dari pihak DPR, hadir Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Wakil Ketua Komisi XI DPR Mohamad Hekal.

"Pada hari ini, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia sengaja berkumpul dengan teman-teman dari lembaga otoritas moneter maupun kebijakan fiskal serta pemerintah untuk mengadakan evaluasi mengenai perkembangan ekonomi, sekaligus kemudian melakukan koordinasi bagaimana antara fiskal dan moneter bisa saling mendukung. Demi pertumbuhan ekonomi yang lebih baik pada saat ini," kata Dasco saat membuka konferensi pers di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. 

Baca juga : Kaesang Nobar Timnas Indonesia Vs Oman dengan Gubernur Sumsel

"Alhamdulillah, hasil koordinasi pada hari ini telah menghasilkan beberapa kesepakatan, yang tentunya akan disampaikan masing-masing pihak, baik dari otoritas moneter fiskal maupun dari pihak pemerintah," imbuhnya.

Pertemuan DPR dan otoritas moneter, fiskal, dan pemerintah ini terjadi di tengah pelemahan nilai rupiah yang menembus level psikologis Rp 18.000. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan yang tidak main-main.

Baca juga : Komsi III DPR Pertimbangkan Perluas Wewenang Kompolnas

Pada akhir April 2026, IHSG ditutup di level 6.956,80. Akhir Mei 2026, IHSG ditutup dengan angka 6.127,38. Ini berarti, IHSG terkoreksi tajam 11,92 persen secara bulanan atau 29,14 persen secara year-to-date atau sepanjang tahun 2026 berjalan.
 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.