Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Janji Kawal Kasus SIP Pamulang, Wahidin Halim: Pendidikan Tak Boleh Diganggu
Rabu, 17 Juni 2026 10:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta selaku pengelola TK dan SD Sekolah Islam Pembangunan (SIP) menggelar Dialog dan Dengar Aspirasi bersama anggota DPR RI Komisi VIII, Wahidin Halim, di Pamulang, Selasa (16/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri para guru, orang tua siswa SIP, serta guru TK Ketilang, Ciputat Timur. Acara yang bertepatan dengan peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah itu dihadiri sekitar 250 peserta.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan doa bersama menyambut Tahun Baru Islam, kegiatan tersebut juga menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait peristiwa penggerudukan yang dialami SIP Pamulang pada 4 Juni 2026.
Ketua Yayasan Syarif Hidayatullah Jakarta, Ilham Aufa mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus momentum untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat.
“Kami menghadirkan Bapak Wahidin Halim sebagai anggota DPR Komisi VIII untuk mendengarkan aspirasi terkait peristiwa penggerudukan pihak UIN Jakarta ke SIP Pamulang pada 4 Juni lalu,” ujar Ilham.
Baca juga : Ketua Bawaslu: Transparansi Pemilu & Pendidikan Pemilih Kunci Demokrasi Substantif
Dalam sesi dialog, salah seorang wali murid SDIP, Johan Aristya Lesmana, menyampaikan kekhawatirannya atas dampak psikologis yang dialami para siswa akibat peristiwa tersebut.
“Anak-anak kami trauma. Bahkan keesokan harinya ada yang meminta tidak masuk sekolah karena ketakutan,” tuturnya.
Johan meminta Wahidin Halim, yang akrab disapa Weha, untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut dan memastikan kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Ia juga berharap, pihak-pihak terkait menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Aspirasi serupa juga disampaikan oleh salah seorang guru SDIP yang berharap kegiatan pendidikan dapat berlangsung dengan aman dan nyaman tanpa gangguan.
Baca juga : Pasca-Waisak, Wamen Fajar Dorong Pendidikan Karakter di Sekolah Maitreyawira
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Wahidin Halim menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak boleh terganggu oleh persoalan apa pun.
Menurutnya, negara sangat terbantu oleh peran masyarakat yang turut menyelenggarakan layanan pendidikan, termasuk yang dilakukan SIP.
“Saya akan bersama-sama pihak sekolah dan orang tua untuk mengawal persoalan ini. Mari kita berjuang bersama. Saya akan menyampaikan hal ini kepada Kementerian Agama dalam rapat di DPR saat agenda koordinasi berlangsung,” tegas Wahidin.
Dalam kesempatan tersebut, Wahidin juga mengajak seluruh peserta untuk berdoa bersama memanfaatkan momentum Tahun Baru Hijriah.
Ia memimpin pembacaan doa “Hasbunallah wa ni'mal wakil, ni'mal maula wa ni'man nashir” sebanyak tiga kali sebagai ikhtiar memohon kekuatan dan kemudahan dalam menghadapi persoalan yang ada.
Baca juga : Janji Gavi Bawa Pulang Trofi Piala Dunia Ke Spanyol
Para guru dan orang tua siswa menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wahidin Halim yang secara langsung mendengarkan aspirasi mereka.
Mereka berharap, proses pendidikan di SIP dapat terus berjalan dengan baik tanpa terganggu oleh persoalan di luar kegiatan belajar mengajar.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya