Dark/Light Mode

Sabam: Yang Meninggal karena Covid-19 Adalah Saudara Kita

Senin, 6 April 2020 12:32 WIB
Saban Sirait (kiri). (Foto: Istimewa)
Saban Sirait (kiri). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di beberapa daerah ada sejumlah warga yang menolak pemakaman jenazah korban Covid-19. Bahkan, ada warga yang sampai melarang mobil yang membawa jenazah melintasi daerahnya dan diminta untuk balik arah.

Politisi kawakan yang juga anggota MPR paling senior, Sabam Sirait, merasa prihatin dengan kondisi tersebut. Ia pun meminta agar pakar kesehatan, tokoh politik, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk turun dan ikut menjelaskan duduk persoalan terkait dengan jenazah korban Covid-19.

Baca juga : Jubir Covid-19: Masih Ada Yang Belum Sadar, Kalau Kita Rentan Tertular

"Mereka yang meninggal karena Covid-19 itu adalah saudara kita. Saudara sebangsa, saudara se-tanah air. Keluarga mereka juga adalah saudara kita," kata Sabam, Senin (6/4).

Politisi yang sudah berpolitik sejak zaman Presiden Soekarno hingga Presiden Jokowi ini menilai, memang mungkin masyarakat belum memahami baagimana sebenarnya jenazah korban Covid-19. Karena itu, para tokoh harus ikut serta memberikan pemahaman yang benar serta mengajak mesyarakat untuk bermusyaarah.

Baca juga : Ini Hitungan Denny JA Soal Jumlah Kasus Covid-19 Jika Mudik Tak Dilarang

"Selesaikan semua dengan mencari solusi bersama, dengan musyawarah dan mufakat, dan dengan memberi pemahaman yang benar," ungkap anggota DPD RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta dengan suara lebih dari 600 ribu itu. 

Terkait dengan langkah untuk membuat semacam lokasi pemakaman khusus, Sabam menyatakan kurang setuju. "Cukup Taman Makam Pahlawan dan tempat pemakaman umum saja," jelas Sabam.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.