Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pidato Presiden Optimistis, Capaian Pemerintah Harus Dirasakan Rakyat
Jumat, 14 Agustus 2026 15:09 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sekretaris Fraksi PKS MPR RI sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan, menilai pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI, Jumat (14/8/2026), memperlihatkan optimisme dan keyakinan kuat terhadap arah pembangunan nasional.
Menurut Johan, Presiden telah menyampaikan sejumlah capaian selama 21 bulan pemerintahannya, terutama dalam bidang ketahanan pangan dan energi, pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, hilirisasi, serta pengelolaan sumber daya nasional.
“Secara umum, pidato Presiden menggambarkan optimisme, kepercayaan diri, dan arah besar pemerintahan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Arah tersebut tentu patut kita apresiasi,” kata Johan seusai mengikuti Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Namun, Johan mengingatkan bahwa Sidang Tahunan MPR tidak hanya menjadi ruang untuk menyampaikan keberhasilan pemerintah, tetapi juga momentum konstitusional untuk melakukan evaluasi secara terbuka dan objektif.
Baca juga : Prabowo: Negara Tanggung Penuh Iuran JKN 96,8 Juta Warga Miskin & Tidak Mampu
“Setiap capaian yang disampaikan harus dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat serta dapat diuji melalui data yang transparan dan indikator yang terukur. Keberhasilan pemerintah tidak boleh berhenti pada banyaknya program dan kebijakan, tetapi harus terlihat dari dampaknya terhadap kehidupan rakyat,” ujarnya.
Johan menyoroti pernyataan Presiden mengenai 121 kebijakan transformatif yang dijalankan dalam 663 hari pemerintahan. Presiden juga menyampaikan sejumlah capaian, antara lain swasembada delapan komoditas pangan, penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Kampung Nelayan, serta penguatan ketahanan energi.
“Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI, saya tentu memberikan perhatian khusus pada capaian di sektor pangan, pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan. Ukurannya harus jelas: apakah kesejahteraan petani dan nelayan meningkat, biaya produksi menurun, harga pangan stabil, dan manfaat pembangunan benar-benar sampai ke daerah,” tegas legislator dari daerah pemilihan NTB I Pulau Sumbawa tersebut.
Terkait sikap Presiden yang tetap yakin terhadap kebijakannya meskipun menghadapi berbagai penilaian negatif di media sosial, Johan menilai keteguhan merupakan bagian penting dari kepemimpinan.
Baca juga : Prabowo Gaspol, Manusia Indonesia Naik Kelas
Presiden, menurutnya, tidak boleh mudah mengubah arah kebijakan hanya karena tekanan opini sesaat.
“Seorang pemimpin memang tidak boleh mudah terpengaruh oleh kebisingan atau kegaduhan di media sosial. Namun, keteguhan jangan sampai berubah menjadi ketertutupan. Kritik yang berbasis fakta, terutama menyangkut kesulitan ekonomi, harga pangan, lapangan kerja, pelayanan publik, dan rasa keadilan masyarakat, tetap harus didengar sebagai mekanisme koreksi dalam demokrasi,” katanya.
Johan juga menanggapi gaya Presiden yang dinilai lebih tekstual dan minim improvisasi dibandingkan penampilan biasanya.
Menurutnya, hal tersebut dapat dipahami karena pidato disampaikan dalam forum kenegaraan dan konstitusional sehingga setiap data, pernyataan, serta arah kebijakan harus akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Baca juga : Hormati Sikap PDIP Di Luar Pemerintahan
“Penyampaian yang tekstual bukan berarti kehilangan substansi. Dalam forum resmi seperti Sidang Tahunan MPR, ketepatan data dan pesan memang sangat penting. Meski demikian, improvisasi yang terukur dapat memperkuat kedekatan emosional Presiden dengan rakyat dan memberi penekanan terhadap persoalan yang paling mendesak,” jelasnya.
Johan menegaskan, DPR akan terus menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan untuk memastikan berbagai target yang disampaikan Presiden dapat diwujudkan secara konsisten, tepat sasaran, dan merata.
“Pidato kenegaraan harus menjadi kontrak moral dan politik pemerintah kepada rakyat. Karena itu, seluruh capaian dan agenda ke depan perlu dikawal bersama agar benar-benar menghadirkan kesejahteraan, memperkuat keadilan sosial, dan menjangkau masyarakat hingga ke daerah-daerah,” pungkas Johan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya