Dark/Light Mode

Di Sidang Tahunan MPR 2026

Muzani Serukan Persatuan Jadi Kekuatan Utama Indonesia Hadapi Tantangan Zaman

Jumat, 14 Agustus 2026 17:20 WIB
Ketua MPR RI Ahmad Muzani pada Sidang Tahunan MPR RI 2026, Sidang Bersama DPR-DPD RI, dan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: MPR RI
Ketua MPR RI Ahmad Muzani pada Sidang Tahunan MPR RI 2026, Sidang Bersama DPR-DPD RI, dan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: MPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyerukan pentingnya menjaga persatuan sebagai kekuatan utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan.

Ia menegaskan momentum kemerdekaan bukan sekadar seremoni konstitusional, melainkan kesempatan untuk meneguhkan kembali janji kebangsaan dalam menjaga Republik Indonesia sebagai rumah bersama.

“Perbedaan politik tidak akan memecah belah persaudaraan kebangsaan,” katanya, dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI 2026, Sidang Bersama DPR-DPD RI, dan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Indonesia, lanjut Ahmad Muzani, lahir dari kesediaan berbagai golongan untuk mengesampingkan kepentingan kelompok demi cita-cita yang lebih besar. Para pendiri bangsa bahkan terlibat dalam perdebatan keras mengenai dasar negara, bentuk pemerintahan, wilayah negara hingga hubungan agama dan negara.

Baca juga : Ketua MPR Buka Sidang Tahunan Bersama 2026

Namun, perdebatan tersebut tidak berujung pada perpecahan. Justru dari kebesaran jiwa dan kesediaan mencari titik temu itulah Republik Indonesia dilahirkan. Indonesia, lanjutnya, mampu bertahan bukan semata-mata karena kekayaan alam maupun dukungan internasional, melainkan karena kekuatan rakyat yang bersatu.

Persatuanlah yang menyebabkan kemajuan terjadi. Bila persatuan melemah, energi bangsa ini akan habis untuk saling curiga dan saling meniadakan. Namun, bila persatuan kita kokoh, perbedaan dapat kita ubah menjadi sumber energi dan kemajuan,” ujarnya.

Lebih jauh, Ahmad Muzani menegaskan, persatuan harus dirawat dari hari ke hari melalui keadilan, keteladanan, dialog, dan rasa saling percaya. Karena itu menjaga persatuan berarti menjaga keadilan. Kritik tidak boleh digunakan untuk merobek persatuan. Sebaliknya persatuan juga tidak boleh digunakan untuk meredam perbedaan pendapat.

Ahmad Muzani juga menegaskan kembali posisi Pancasila sebagai titik temu terbesar bangsa Indonesia. Pancasila disebut lahir dari pengalaman sejarah, kebudayaan, agama, dan kearifan yang hidup di tengah masyarakat serta dirumuskan melalui perdebatan dan perenungan untuk menemukan jalan yang dapat diterima seluruh golongan.

Baca juga : Tak Akan Hadiri Sidang Tahunan MPR, SBY Cek Kesehatan di AS

Pancasila, menurutnya, telah berkali-kali diuji oleh berbagai persoalan bangsa, mulai dari pergolakan politik, konflik ideologi, krisis ekonomi, kekerasan komunal, ancaman separatisme, terorisme hingga pandemi.

Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, termasuk melalui penegakan hukum, pemberantasan korupsi, pengelolaan kekayaan nasional, serta kemampuan bangsa menjaga persatuan di tengah perbedaan.

“Demokrasi tidak akan menjadi lebih kuat karena kita semakin keras mencela. Demokrasi akan menjadi kuat jika kebebasan berbicara disertai tanggung jawab,” katanya.

Ia mengingatkan perkembangan teknologi digital telah memperluas ruang demokrasi. Masyarakat kini semakin mudah menyampaikan pendapat, memperoleh informasi, sekaligus terlibat dalam perdebatan publik.

Baca juga : Bidik Kemenangan Pilkada 2029, PPP Sulsel Siapkan Kader-kader Potensial

Namun, ruang digital juga memiliki sisi lain karena dapat menjadi sarana penyebaran kebencian, fitnah, manipulasi, dan kabar bohong secara cepat.

Untuk itu, budaya politik yang dibangun harus lebih beradab. Perbedaan pendapat boleh disampaikan secara keras dalam gagasan, tetapi tetap santun dalam penyampaian.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.