Dark/Light Mode

Senator Usulkan Tenaga Medis Yang Wafat Karena Corona Dikubur Di Taman Makam Pahlawan

Jumat, 10 April 2020 12:29 WIB
Wakil Ketua III DPD RI Sultan Najamudin
Wakil Ketua III DPD RI Sultan Najamudin

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua III DPD Sultan Najamudin setuju jika penanganan wabah Corona dianggap seperti perang. Karena itu dia menyarankan, dokter dan perawat yang meninggal karena Corona selayaknya dimakamkan di taman makam pahlawan. 

Hal ini diutarakan Sultan dalam siaran persnya, Jumat (10/4). Awalnya, Sultan menyatakan wabah Corona seperti sukses menyatukan seluruh bangsa. Apapun pekerjaan dan jabatan, semua saling bahu membahu berperang melawan virus ini. 

Berita Terkait : Alihkan Dana Pindah Ibu Kota Untuk Lawan Corona

“Mereka mengambil peran masing-masing untuk menyelamatkan, diri, keluarga dan lingkungannya dari wabah Covid-19,” tegas Sultan. 

Apalagi, anjuran untuk physical distancing, cuci tangan dengan sabun sesering mungkin, jaga jarak, tetap tinggal di rumah, work from home, beribadah dari rumah terus menggema setiap hari di semua media. 
“Semua dilakukan dalam rangka membangun kesadaran bersama akan pentingnya untuk menghentikan laju penyebaran Corona,” imbuhnya. 

Berita Terkait : Ini Catatan Kritis Komite III DPD Soal Kinerja Pemerintah Lawan Corona

Terakhir, Sultan menyatakan, jika penanganan wabah Corona benar dianggap perang, dia menyarankan agar para dokter dan perawat yang meninggal bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan.  

“Alangkah baiknya kita menempatkan para tenaga medis yang gugur dalam menjalankan tugas mulia ini sebagai pahlawan kesehatan dan kita makamkan di makam pahlawan,” pintanya. 

Berita Terkait : Hadapi Corona, DPD Dukung Pemerintah Terapkan UU Darurat Sipil

Ada keuntungan lain jika para dokte dan perawat ini dikubur di taman makam pahlawan. Yaitu menghilangkan ketakutan masyarakat yang menolak daerahnya dijadikan kuburuan korban wabah Corona. 

“Hal ini juga akan jadi pengingat kepada kita semua, bagaimana cara bersikap terhadap suatu wabah. Dan betapa solidaritas, gotong-royong, persatuan dan kesatuan perlu terus kita pupuk sebagai bekal abadi kita sebagai bangsa yang besar,” tutupnya. [KRS]