Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Minimalisir Penyeraban Covid-19 di Kepolisian, Bamsoet Gelar Rapid Test untuk Anggota Polres Jaksel
Rabu, 6 Mei 2020 14:25 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama organisasi kemasyarakatan Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS), Relawan 4 Pilar, PP Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri dan PD KBPP Polda Metro Jaya menyelenggarakan rapid test Covid-19 dan suntik vitamin C kepada anggota Polres Jakarta Selatan (Jaksel) dan anggota KBPP Polri. Rapid test diikuti 250 orang. Kegiatan ini sebagai upaya mendeteksi dini gejala Covid-19 di internal Kepolisian guna meminimalisir penyebaran Covid-19 sekaligus mempermudah kinerja para anggota Polri yang bertugas di lapangan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Selama pandemi Covid-19, para anggota Kepolisian tak mungkin Work From Home (bekerja dari rumah). Mereka bahkan harus kerja lebih keras memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terlaksana ditengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Tingginya aktivitas maupun interaksi sosial mereka di lapangan, menjadikan Polisi termasuk kalangan yang rentan terpapar Covid-19," ujar politisi yang akrab disapa Bamsoet ini usai penyelenggaraan rapid test di Lapangan Kantor Polres Jakarta Selatan, Rabu (6/5).
Baca juga : Bamsoet Fasilitasi Rapid Test untuk Anggota ARDIN, Motor Besar dan Ojol
Hadir dalam acara tersebut Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu, Anggota Komisi VI DPR Evita Nursanty, Kapolres Jakarta Selatan Budi Sartono, Ketua PP KBPP Bimo Suryono, Ketua Motor Besar Indonesia Rio Castela, Ketua Umum Gerak BS Aroem Alzier dan Wakil Ketua Umum Gerak BS Amriyati Amien.
Mantan Ketua DPR ini memaparkan, data terbaru Singapore University of Technology and Design (SUTD) yang semula memprediksi wabah Covid-19 di Indonesia berakhir pada 6 Juni 2020, mundur menjadi 23 September 2020. Sementara, negara tetangga seperti Singapura, diprediksi keluar dari wabah Covid-19 pada 12 Juni 2020. Sedangkan Malaysia pada 16 Juli 2020.
Baca juga : Bamsoet: Jangan Dulu Relaksasi PSBB
"Prediksi menggunakan artificial intelligence (AI) ini memang bukan menjadi patokan pasti. Namun setidaknya bisa menjadi peringatan kepada kita, apabila tidak disiplin menerapkan PSBB, tak menutup kemungkinan penyelesaian wabah Covid-19 di Indonesia akan mundur kembali. Semakin berlarutnya Covid-19, akan semakin membawa banyak dampak terhadap kehidupan kesehatan, sosial, hingga ekonomi masyarakat. Salah satunya, kepolisian dituntut ekstra keras mewaspadai potensi tindakan kriminal akibat kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat," jelas Bamsoet.
Tak lupa, Wakil Ketua Umum KADIN Indonesaia ini mengingatkan kembali masyarakat agar tak mencibir, mendiskriminasi, apalagi mengucilkan hingga mengusir kalangan yang rentan terpapar Covid-19. Semisal, dokter, tenaga kesehatan, ataupun aparat kepolisian. Mereka sejati pahlawan yang merelakan dirinya berada di gugus depan dalam perang melawan Covid-19
Baca juga : Update Covid-19: Yang Paling Banyak Terinfeksi dan Meninggal Adalah Laki-laki
"Semangat dan doa dari seluruh warga justru akan menjadi penguat bagi aparat kepolisian, dokter, tenaga kesehatan maupun saudara-saudara kita yang terkena virus Covid-19. Penyebaran virus ini tak mengenal status sosial, ekonomi, pendidikan maupun hal lainnya. Siapapun dalam kondisi apapun rentan terpapar," tutur Bamsoet.
Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila dan Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga menekankan perlunya digalakan kolaborasi sosial gotong royong seluruh elemen bangsa. Apalagi dampak Covid-19 tak hanya pada kesehatan, namun juga pada kondisi sosial ekonomi. "Bantulah sekecil apapun yang kita bisa. Minimal, dengan disiplin berdiam diri di rumah dan menjaga jarak serta memakai masker jika harus bepergian ke luar rumah," pungkas Bamsoet. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya