Dark/Light Mode

Korban Masih Berjatuhan

Komisi V Khawatir Pelonggaran PSBB Bakal Berdampak Buruk

Kamis, 7 Mei 2020 03:38 WIB
Anggota DPR Komisi V, Syahrul Aidi Maazat. (Ist)
Anggota DPR Komisi V, Syahrul Aidi Maazat. (Ist)

 Sebelumnya 
Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menyebutkan bahwa pemerintah memikirkan relaksasi atau pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Langkah itu dilakukan sebagai tanggapan atas keluhan masyarakat yang tidak dapat melakukan aktivitas dengan bebas, terutama ekonomi, saat pemberlakukan PSBB.

Baca juga : Komisi XI DPR Dukung Kebijakan Keuangan Pemerintah dalam Tangani Wabah Corona

Diberitakan, sejumlah negara juga mulai melonggarkan kebijakan lockdown atau karantina wilayahnya di tengah upaya penanganan kasus Covid-19, seperti Amerika Serikat, Malaysia, Italia, India dan Perancis.

Alasan beberapa negara tersebut pun beragam dalam melonggarkan kebijakan lockdown. Beberapa negara seperti Malaysia dan Perancis berhasil menurunkan jumlah kasus baru virus corona sehingga pelonggaran lockdown jadi pilihan.

Baca juga : PDIP Anggap PSBB Kurang Efektif Cegah Mudik

Di sisi lain, pelonggaran lockdown dinilai menjadi solusi untuk menggenjot lagi perekonomian nasional.

Sementara itu, Amerika Serikat dan India juga mulai melonggarkan kebijakan lockdown meskipun kasus baru positif corona masih terus bertambah. Dalihnya untuk mengurangi tekanan ekonomi dari kebijakan lockdown. [JAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.