Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bamsoet Sumbang Sembako untuk Seniman di Taman Ismail Marzuki

Kamis, 7 Mei 2020 16:55 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo menyerahkan bantuan untuk para seniman, di Kompleks Taman Ismail Marzuki Jakarta, Kamis (7/5). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo menyerahkan bantuan untuk para seniman, di Kompleks Taman Ismail Marzuki Jakarta, Kamis (7/5). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) serta organisasi kemasyarakatan Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (GERAK BS) dan Relawan 4 Pilar kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan. Kali ini ditujukan kepada para seniman yang tergabung dalam Lembaga Teater Jakarta. Bantuan ratusan paket sembako berisi beras, mie instan, teh, kecap, Sardens, Kornet, minyak goreng dan sabun.

"Pandemi Covid-19 yang belum mereda dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memberikan dampak ekonomi yang besar bagi semua pihak. Tak terkecuali para seniman. Kehidupan panggung mereka terhenti. Akibatnya, pendapatan mereka pun menurun. Melalui bantuan ini, saya berharap para pengusaha dan masyarakat lainnya terinsfirasi dan tergugah untuk membantu para seniman atau pekerja seni yang juga membutuhkan perhatian," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, usai menyerahkan bantuan di Kompleks Taman Ismail Marzuki Jakarta, Kamis (7/5).

Berita Terkait : Target 1 Juta, Golkar Peduli Sudah Sumbang 543 Ribu Paket Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19

Hadir dalam acara itu Kepala BPIB Prof Yudian, Dewan Pembina BPIP Romo Beni dan Sestama Kardjono, juga Ketua Umum Gerak BS Aroem Alzier.

Mantan Ketua DPR ini berharap, bantuan yang diberikan bisa meringankan beban harian para pekerja seni. Dia pun mengajak para seniman melakukan perubahan dalam menampilkan karya seninya, sebagai bentuk adaptasi ditengah pandemi Covid-19. Jika pertunjukan maupun pameran langsung menghadirkan banyak orang sudah tak dimungkinkan, seniman bisa merambah dunia digital sebagai penyaluran ide dan kreatifitas.

Berita Terkait : Sendirian Sampai Mati

"Karya tak boleh terhenti hanya karena pandemi. Diselimuti suasana krisis seperti ini, para seniman biasanya justru tertantang melahirkan banyak ide dan kreatifitas baru yang tak pernah terpikirkan sebelumnya. Digital merupakan keniscayaan yang perlu dirambah oleh berbagai kalangan seniman," pungkas Bamsoet. [USU]