Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dialog dengan Masyarakat di Jawa Timur

Bamsoet Dorong Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Nelayan

Kamis, 27 Agustus 2020 21:26 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) dalam Dialog Kebangsaan dengan Nelayan dan Petani Tambak, di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (27/8). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (tengah) dalam Dialog Kebangsaan dengan Nelayan dan Petani Tambak, di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (27/8). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah Kemenko Kemaritiman dan Investasi yang menyiapkan tambahan anggaran mencapai Rp 1,2 triliun untuk bantuan tunai sebesar Rp 600.000 per bulan ke para nelayan terdampak pandemi Covid-19. Bantuan yang diberikan sejak Juni hingga Desember 2020, melengkapi berbagai bantuan lain yang sudah ada di program Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun Kementerian Sosial.

"Pandemi Covid-19 membatasi berbagai aktivitas perekonomian yang berdampak pada terhambatnya supply and demand. Termasuk di sektor perikanan. Nelayan tak bisa melakukan banyak penangkapan ikan, produksi ikan yang dibudidayakan petani tambak juga tak bisa dipasarkan, karena permintaan masyarakat menurun akibat restoran maupun usaha kuliner belum beraktivitas normal. Efeknya, pendapatan nelayan dan petani tambak merosot. Karenanya, berbagai program bantuan yang disiapkan pemerintah, harus disalurkan secara cepat, tepat, dan bermanfaat," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, dalam Dialog Kebangsaan dengan Nelayan dan Petani Tambak, di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (27/8).

Berita Terkait : Resmikan 12 Nama Jalan di Surabaya, Bamsoet Dorong Perusahaan Giat Lakukan CSR

Mantan Ketua DPR ini mengungkapkan, sebagai negara dengan garis pantai terpanjang ke-2 dunia, mencapai 108.000 kilometer, dan luas perairan mencapai 6,4 juta kilometer persegi, menyimpan potensi kekayaan yang bisa dikembangkan untuk kesejahteraan rakyat. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memperkirakan, kekayaan laut Indonesia mencapai Rp 1.772 triliun. Meliputi potensi perikanan Rp 312 triliun, mangrove Rp 21 triliun, wilayah pesisir Rp 560 triliun, bioteknologi Rp 400 triliun, wisata bahari Rp 20 triliun, minyak bumi Rp 210 triliun, dan transportasi laut Rp 200 triliun.

"Ironisnya, tingkat kesejahteraan nelayan terbilang masih rendah. Kementerian Kelautan dan Perikanan di akhir 2019 mencatat, 50 persen klaster perikanan nelayan berada dalam status kemiskinan. Sumbangan sektor kemaritiman terhadap PDB nasional juga masih kecil, sekitar 7 persen. Menandakan masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi," beber Bamsoet.

Berita Terkait : Percepat Anggaran PEN, Kadin Dorong Pemerintah Perkuat Sistem Keuangan

Dalam Dialog Kebangsaan tersebut, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga berbagi kebahagiaan dengan mengadakan kuis Empat Pilar MPR kepada para nelayan, berhadiah sepeda 'Bromsoet'. Para nelayan membuktikan diri melafalkan Pancasila. Bahkan saat diminta membacakan Pancasila secara acak, mereka tetap bisa melakukannya. Bamsoet juga pemberian santunan untuk anak yatim, janda, dan dhuafa.

"Pengetahuan para nelayan tentang Pancasila bukan sebatas hapalan semata. Mereka juga membuktikannya dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dengan bergotongroyong membetulkan perahu yang rusak, hingga saling dukung modal. Bahkan tak jarang jika tangkapan ikan melimpah, dibagi ke nelayan lain yang tak memiliki banyak tangkapan. Mereka menghadirkan Pancasila bukan sebatas diucapan, melainkan sudah dalam perbuatan," pungkas Bamsoet. [USU]