Dark/Light Mode

Temui Ganjar, Gobel Ngomongin Investasi IKM

Jumat, 11 September 2020 17:37 WIB
Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel. (Foto: ist)
Wakil Ketua DPR Rachmat Gobel. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPR, Rachmat Gobel, menemui Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Dalam pertemuan itu, Gobel dan Ganjar ngomongin investasi Industri Kecil Dan Menengah (IKM) dan omnibus law.

"Khususnya sektor handicraft, meubel, tekstil, batik, dan juga sektor kuliner yang akan dikunjungi di daerah Jepara dan beberapa daerah lainnya," kata Gobel di Semarang, Jumat (11/9).

Politisi Nasdem ini menjelaskan pandemi Corona berdampak pada sektor industri. Untuk mengantisipasi itu, pemerintah menggodok omnibus law.

Berita Terkait : Karinding Relevan untuk Pendidikan Karakter Anak Muda Indonesia

"Kami ingin mendapat masukan dan nanti bisa didiskusikan dengan pemerintah pusat," kata Gobel.

Dia menambahkan, pemerintah dalam menarik investasi tidak hanya untuk usaha makro saja tetapi juga harus memperhatikan investasi untuk usaha mikro. Hal ini juga harus menjadi kontrol bersama agar industri kecil tetap hidup dan berkembang, terutama pada masa pandemi Corona.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, kunjungan Rachmat Gobel di Jawa Tengah untuk melihat suasana kebatinan masyarakat soal omnibus law, khususnya tentang investasi.

Berita Terkait : Anggaran Naik, Tapi Target Produksi Kok Malah Turun

"Mau lihat langsung kira-kira UKM itu ada di mana. Apakah bisa masuk dalam sistem undang-undang ini dan menguntungkan. Mana yang musti diproteksi, mana yang boleh dibuka, dan mana yang boleh setengah buka saja," katanya.

Ganjar berharap, kunjungan Gobel ke pengrajin di daerah membuat industri kerajinan mendapatkan tempat di dalam omnibus law. Hingga akhirnya nanti bisa lebih bersaing, dan jangan sampai mati.

"Kami juga bicara soal tenaga kerja, suplainya, bagaimana kira-kira menegosiasikan sistem upah yang semua bisa happyeverybody happy. Pengusaha happy, buruh happy, dan pemerintah happy," ungkapnya.

Berita Terkait : PSBB DKI Diperketat, Muhidin: Ekonomi Makin Berat

Tentu saja hal itu tidak mudah, sehingga dalam masa pandemi ini menjadi satu momentum yang tepat untuk melakukan restorasi. Memperbaiki semua, menggenjot, dan menyiapkan diri agar nanti bisa terus dinaikkan. [DIT]