Dark/Light Mode

PDIP & PKS Bangga Sama Kerja Kementan

Rabu, 13 Maret 2019 07:15 WIB
Dirjen Hortikultura Kementan Suwandi (Foto: Istimewa)
Dirjen Hortikultura Kementan Suwandi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR Ono Surono bangga melihat kinerja pertanian yang ditorehkan Kementerian Pertanian (Kementan) terus membaik. Indikatornya bisa dilihat dari kehidupan para petani terus meningkat.

Menurut politisi muda PDIP ini, membaiknya kehidupan para petani tidak lepas dari komitmen Kementan meningkatkan produksi pertanian melalui bagi-bagi bantuan seperti bibit dan pupuk yang tepat waktu. “Distribusi bantuan ini memberikan kepastian bagi petani untuk mendapatkan benih dan pupuk yang baik,” katanya, di Jakarta, kemarin.

Dengan bantuan tersebut, petani menjadi lebih bergairan. Dari awalnya yang hanya menanam satu kali dalam setahun, kini menjadi dua bahkan tiga kali.

 “Bantuan bibit dan pupuk ini juga yang menjadi faktor pendorong bertambahnya luas tanam melalui program upaya khusus padi, jagung, kedelai, cetak sawah baru, yang ujungnya mampu meningkatkan indeks pertanaman,” kata dia.

Berita Terkait : Amran & Luthfi Bagi-bagi Bibit Kakao

Wakil Ketua Komisi VII DPR Tamsil Linrung ikut bangsa dengan kinerja Kementan. Utamanya, terkait hasil riset para peneliti pertanian. Para peneliti pertanian sudah menemukan formula tepat untuk mengatasi krisis yang dialami para petani akibat kegagalan dalam mengelola lahan.

Dari hasil riset itu, kata Tamsil, penyebab utama krisis adalah kualitas bibit dan pupuk yang tidak tepat. “Kini, formula yang tepat sudah ditemukan,” kata politisi senior PDIP ini di sela kunjungan kerja ke Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pekan kemarin.

Kunjungan Tamsil ini adalah bagian silaturahim dan upaya menyerap aspirasi warga dan petani. Dengan formulasi yang tepat, lanjutnya, lahan pertanian bisa menjadi lebih produktif. Kesejahteraan petani pun terus membaik.

 “Kami bersama Ristek (Kementerian Riset dan Teknologi) menemukan formulasi pupuk yang telah teruji agar lahan pertanian bisa lebih produktif,” tambah Tamsil.  

Berita Terkait : Lakukan Penataan Kelembagaan Petani

Pengembangan Sayuran & Buah

Dirjen Hortikultura Kementan Suwandi memastikan, pihaknya selalu memberikan perhatian besar ke petani. Termasuk petani buah-buahan dan sayuran. Pemerintah akan mengembangkan buah-buahan dan sayuran sesuai karakteristik wilayah.

“Di tahun ini, Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk pengembangan kawasan sayuran dan buah-buahan sebesar Rp 5,3 miliar. Ini untuk dimanfaatkan secara tepat sasaran sehingga berdampak pada peningkatan produksi serta kesejahteraan petani,” kata Suwandi saat kunjungan kerja ke Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi, kemarin.

Kerinci merupakan sentra sayuran. Di antaranya kentang, cabe, bawang merah, kubis, dan kol. Ada pun untuk budidaya sayuran, dikembangkan dengan pendekatan kawasan. Dengan demikian, hulu hingga hilir dikelola secara komprehensif.

Berita Terkait : Dijual Via Online, Ekspor Buah Lokal Dijamin Melejit

“Ini kawasan sudah masuk kelas mantap. Aspek hulu dan on-farm sudah maju dan sudah saatnya untuk hilirisasi,” jelasnya.

Suwandi menambahkan, sesuai arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, petani sayuran Indonesia harus naik kelas. “Caranya, petani harus efisienkan biaya produksi. Bangun koperasi dan bermitra dengan pelaku usaha, supermarket, eksportir, dan lainnya. Harapannya petani harus berpikir lebih maju,” terangnya.

Suwandi mengakui, fluktuasi harga masih menjadi momok bagi petani untuk memaksimalkan keuntungannya. Terutama ketika menghadapi masa panen. Untuk mensiasati ini, Suwandi mengajak para petani untuk bersatu padu dan tidak dengan berjalan sendiri-sendiri. [KAL]