Dark/Light Mode

Melayat Ke Puri Agung Klungkung, Bamsoet Apresiasi Penundaan Pelebon Tjokorda Gede Agung

Selasa, 5 Januari 2021 10:13 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan. (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan. (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo melayat ke tokoh Puri Agung Klungkung yang juga Bupati Klungkung periode 1983-1993, Tjokorda Gede Agung, yang wafat pada 30 Mei 2020. Jenazah putra Raja Klungkung terakhir, Ide Dewagung Oka Geg, ini rencananya akan di-Pelebon (dimakamkan) pada 6 Januari 2021.

"Monumen Puputan Klungkung sebagai tempat mengenang perjuangan rakyat Klungkung dalam Perang Puputan, yang kini menjadi ikon di Klungkung, merupakan salah satu peninggalan beliau saat masih menjabat Bupati Klungkung. Monumen tersebut merupakan simbol kegigihan sekaligus pengingat generasi muda bangsa bahwa masyarakat Klungkung sangat gigih mempertahankan harkat, derajat, dan martabatnya dari penjajahan kolonial Belanda," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, di Bali, Selasa (5/1).

Berita Terkait : Sampaikan Bela Sungkawa, Bamsoet: Jasa Prof. Muladi Untuk Bangsa Tak Terhitung

Ketua DPR ke-20 ini juga mengapresiasi pihak keluarga besar Puri Agung Klungkung yang menunda prosesi Pelebon jenazah Tjokorda Gede Agung, mengingat di 2020 kondisi penyebaran Covid-19 sangat mengkhawatirkan. Rencana Pelebon yang akan dilakukan pada 6 Januari 2021, jikapun terjadi harus dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

"Pelebon tak hanya menjadi ritual keagamaan. Melainkan juga penarik perhatian turis. Terlebih sosok Tjokorda Gede Agung merupakan tokoh yang disegani masyarakat Klungkung, serta warga Bali pada umumnya. Pasti banyak warga yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum. Untuk itu, diperlukan kesadaran bersama untuk menerapkan protokol kesehatan dalam prosesi Pelebon ini," jelas Bamsoet.

Berita Terkait : Bamsoet Cek Kesiapan Bali Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Motocross 2021

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) ini menekankan, kepergian Tjokorda Gede Agung menghadap Sang Maha Kuasa, menjadi pengingat kepada para generasi muda Bali maupun keluarga besar Puri Agung Klungkung untuk meneruskan semangat juang almarhum. Khususnya, dalam menjaga dan melestarikan seni dan budaya.

"Seni dan budaya adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia yang tak dimiliki bangsa lain. Dengan seni dan budaya, di bawah kepemimpinan Tjokorda Gede Agung dan juga Bupati penerusnya, Klungkung bisa maju. Jangan sampai kondisi ini menjadi mundur, lantaran ketidakpedulian kita terhadap pemajuan seni dan budaya," pungkas Bamsoet. [USU]