Dark/Light Mode

Bamsoet Sampaikan Duka Cita Mendalam Atas Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182

Sabtu, 9 Januari 2021 20:23 WIB
Jejak radar Sriwijaya SJ 182 sebelum jatuh di Kepulauan Seribu (Foto: Tangkapan layar FlightRadar)
Jejak radar Sriwijaya SJ 182 sebelum jatuh di Kepulauan Seribu (Foto: Tangkapan layar FlightRadar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa penerbangan Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta-Pontianak yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu, Jakarta. Pencarian terhadap penumpang dan kru pesawat, sekaligus pencarian dan pengumpulan bagian pesawat, khususnya black box, masih terus dilakukan.

"Kementerian Perhubungan dan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) harus menyelidiki kejadian ini secara serius. Sebagai evaluasi terhadap standar prosedur pengoperasian pesawat, sekaligus keselamatan dalam bertransportasi. Biarkan penyelidikan berjalan dengan penuh tanggung jawab tanpa ada intervensi atau gangguan dari pihak manapun. Hal ini demi kebaikan kita bersama di masa mendatang," seru Bamsoet, sapaan akrab Bambang, di Jakarta, Sabtu (9/1).

Berita Terkait : Daftar Nama Diduga Penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ182 Yang Hilang Kontak

Ketua DPR ke-20 ini mengajak masyarakat untuk tidak berspekulasi terhadap musibah ini. Serahkan sepenuhnya kepada Kementerian Perhubungan dan KNKT. Mengingat spekulasi hanya akan merugikan karena mendatangkan salah persepsi dan tidak menutup kemungkinan malah mendatangkan hoax yang akan membuat keluarga penumpang Sriwiyaya Air SJ 182 semakin resah.

"Biarkan Kementerian Perhubungan dan KNKT bekerja mendalami penyebab musibah ini. Di sana terdapat banyak pakar penerbangan yang memiliki kompetensi. Kinerjanya tidak perlu diragukan. Masyarakat harus berhati-hati, khususnya terhadap info yang beredar di media sosial. Jangan tambah duka cita ini dengan info yang menyesatkan dan meresahkan," ucap Bamsoet.

Berita Terkait : Petugas Damkar Kepulauan Seribu Temukan Serpihan Diduga Pesawat Sriwijaya Air

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga meminta pihak Sriwijaya Air untuk menyiapkan penanganan situasi terburuk seandainya seluruh penumpang tidak bisa ditemukan dalam kondisi selamat. Salah satunya dengan membangun komunikasi yang terbuka dengan pihak keluarga korban.

"Duka cita mereka adalah duka kita bersama. Kesedihan mereka harus kita tanggung bersama. Jangan sampai keluarga penumpang terombang-ambing karena tidak mendapatkan penjelasan yang utuh dan terbuka dari pihak maskapai maupun pemerintah," pungkas Bamsoet. [USU]