Dark/Light Mode

DPR: Komjen Listyo Sigit Sudah Menonjol Sejak Di Surakarta

Rabu, 13 Januari 2021 16:30 WIB
Komjen Listyo Sigit Prabowo. (Foto: ist)
Komjen Listyo Sigit Prabowo. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR, Eva Yuliana mengatakan, Calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo sudah menonjol sejak masih jadi Kapolresta Surakarta tahun 2011.

“Saat itu, Presiden Jokowi sebagai Wali Kota Surakarta,” ujar Eva dalam keterangannya, Rabu (13/1).

Eva mencatat, sejak menjabat Kapolresta Surakarta, Listyo Sigit Prabowo selalu menempati posisi-posisi strategis dalam jenjang karier di kepolisian. Listyo pernah bertugas sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara pada tahun 2013. Setahun kemudian, setelah Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden 2014, Listyo Sigit diberi tugas sebagai ajudan Presiden Jokowi.

Berita Terkait : Komjen Listyo Sigit Calon Kapolri, Supriansa: Usulan Presiden Pasti Terbaik

Dua tahun kemudian, kariernya terus cemerlang dengan jabatan sebagai Kapolda Banten pada tahun 2016, Kadiv Propam Mabes Polri 2018, dan terakhir menjabat Kepala Bareskrim Polri sejak 2019 hingga saat ini.

Selain itu, kemampuan komunikasi dan keterampilan membangun sinerginya juga menjadi modal penting bagi Listyo dalam menghadapi beragam tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang dihadapi Korps Bhayangkara ke depan.

Oleh karena itu, Eva menyambut positif terpilihnya Listyo Sigit sebagai calon Kapolri yang baru. Menurut Eva, tantangan Polri ke depan dalam menjaga dan menciptakan keamanan, ketertiban, dan kenyamanan di tengah masyarakat tidaklah mudah.

Berita Terkait : Presiden Ajukan Komjen Listyo Jadi Calon Tunggal Kapolri Ke DPR

Berbagai pola kriminalitas, kata dia, terus berubah sesuai dengan perkembangan teknologi dan zaman. Beragam bentuk kejahatan sering kali muncul tanpa referensi penanganan sebelumnya.

Mulai tindak pidana peredaran narkoba yang makin rapi, kejahatan siber yang kian canggih, tindak korupsi yang terus terbungkus halus, dan belum lagi bermacam tindak pidana reguler lainnya yang seolah tak pernah selesai diberantas.

Sebagai mitra kerja Komisi III, dia menaruh harapan besar kepada jajaran kepolisian untuk terus sinergi membangun bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih baik dan lebih baik lagi. [DIT]