Dewan Pers

Dark/Light Mode

Demi Bebaskan Warganya, AS Ogah Kendorkan Kebijakan Di Suriah

Kamis, 22 Oktober 2020 12:24 WIB
Tangkapan layar poster dari Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) Austin Bennett Tice, jurnalis foto dari Texas yang menghilang di Suriah pada Agustus 2012. [Foto: FBI]
Tangkapan layar poster dari Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) Austin Bennett Tice, jurnalis foto dari Texas yang menghilang di Suriah pada Agustus 2012. [Foto: FBI]

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo menegaskan, pihaknya tidak akan mengubah kebijakan mengenai Suriah, demi membebaskan warga AS yang ditawan pasukan Suriah.

"Tugas kami adalah, memastikan Suriah membebaskan (Austin) Tice. Beri tahu kami, caranya bagaimana. Mereka (Suriah) tidak mau berdiskusi dengan kami," ujar Pompeo dalam konferensi pers pada Rabu (21/10) waktu AS, dikutip Reuters.

Berita Terkait : Kembangkan Wirausaha, Kemenpora Tekankan Pemuda Kuasai Teknologi

"Kami berupaya keras memulangkan Austin dan juga warga Amerika lainnya yang ditahan. Kami tidak akan ubah kebijakan, demi mencapai tujuan itu," tegasnya lagi.

Pernyataan Pompeo ini menanggapi kabar kepergian pejabat kontra terorisme AS ke Damaskus awal tahun ini demi membahas kebebasan Tice, seorang wartawan lepas yang menghilang pada 2012. Selain Tice, juga ada seorang seorang terapis psikis AS, Majd Kamalmaz yang hilang sejak 2017.

Berita Terkait : Demi Ketahanan Pangan, Proyek 4 Bendungan Baru Dikebut

Pompeo tidak secara langsung membahas kunjungan Damaskus ketika ditanya mengenai rencana AS menarik sebagian pasukannya dari sana. AS punya 600 pasukan yang bertugas di Suriah. Dia jua tak menjelaskan, apakah pengurangan pasukan itu merupakan upaya untuk membebaskan Tice.

"Presiden telah mengatakan dengan jelas, kami tidak membayar untuk pengembalian sandera. Kami bekerja demi kembalinya warga kami," tegas Pompeo.

Berita Terkait : Jamin Kesehatan Penumpang, Angkasa Pura II Keluarkan Dua Jurus

Pasukan AS dikerahkan di Suriah utara sebagai bagian dari koalisi internasional untuk memerangi sisa-sisa kekuatan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS). Mereka juga ditugaskan menjaga keamanan ladang minyak di wilayah tersebut. [DAY]