Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kebakaran Lapas Tangerang

Politisi PKB Minta Manajemen Keamanan Diperbaiki

Rabu, 8 September 2021 17:58 WIB
Kondisi Lapas Tangerang yang terbakar pada Rabu (8/9) dini hari. (Foto: Ist)
Kondisi Lapas Tangerang yang terbakar pada Rabu (8/9) dini hari. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR, Rano Alfath mendorong adanya perbaikan serius terhadap manajemen keamanan lapas di Indonesia.

“Kami tentu sangat prihatin dengan kebakaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang, Banten, pada Rabu (8/9), yang menyebabkan 41 korban tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Ini menjadi indikator, harus ada perbaikan serius terhadap manajemen lapas di Tanah Air," kata Rano dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/9).

Menurutnya, peristiwa kebakaran Lapas Tangerang itu menggambarkan tingkat manajemen keamanan di lapas yang cenderung seadanya.

Berita Terkait : Kebakaran Sebabkan 41 Napi Meninggal, PSI Minta Dirjen PAS Dievaluasi

Antisipasi terhadap bencana alam maupun non alam, seharusnya dipikirkan dengan baik. Padahal, seharusnya ada prosedur tetap (protap) bagi warga binaan, jika tempat tahanan mereka mengalami kebakaran.

"Banyaknya korban meninggal karena terkunci dalam ruang tahanan saat kebakaran, menunjukkan tidak ada protap jelas soal evakuasi warga binaan. Situasi ini semakin menambah deretan panjang bukti, kurang manusiawinya kondisi lapas di Tanah Air," ujar politisi PKB itu.

Rano berpendapat, manajemen lapas di Tanah Air secara umum membutuhkan perbaikan menyeluruh, mengingat berbagai kekurangan yang sudah menjadi rahasia umum. Seperti kelebihan kapasitas, dugaan jual beli kamar tahanan, dugaan transaksi jual beli narkoba di dalam tahanan, hingga minimnya alat keselamatan di lapas.

Berita Terkait : Jenazah 41 Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Tiba Di RS Polri Kramat Jati

Karena itu, dia mendorong agar perbaikan manajemen lapas di Indonesia segera dilakukan. Langkah perbaikan harus menjadi prioritas, dengan terlebih dahulu melakukan revisi aturan perundangan terkait secara komprehensif.

"Kami berharap, peristiwa ini dapat menjadi catatan serius bagi perbaikan lapas pada masa mendatang. Harus ada skema yang baik, sehingga lapas ke depan lebih manusiawi," katanya.

Politisi PKB itu menilai, Kementerian Hukum dan HAM bisa segera mengkaji revisi aturan perundangan, untuk perbaikan manajemen lapas dalam waktu dekat.

Berita Terkait : Pasca Kebakaran Lapas Tangerang, 64 Napi Diungsikan ke Masjid

Selain itu, dia meminta Dirjen Lembaga Pemasyarakatan untuk fokus menangani para korban kebakaran Lapas Tangerang. Yang tewas segera diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, sedangkan yang luka bisa segera mendapatkan perawatan memadai.

"Dirjen Lapas dan jajarannya harus fokus menangani para korban. Secepatnya, mereka diidentifikasi dan diserahterimakan kepada keluarga bagi yang meninggal. Korban luka-luka, harus segera mendapatkan pengobatan," ujarnya.

"Jangan sampai, status warga binaan membuat para korban kebakaran tersebut mendapatkan perlakuan diskriminasi dalam mengakses layanan kesehatan," pungkasnya. [MFA]