Dewan Pers

Dark/Light Mode

Serikat Rakyat Gotong Royong Besutan Gus Jazil Rangkul Lintas Elemen

Jumat, 24 September 2021 10:38 WIB
Inisiator Serikat Rakyat Gotong Royong (SRGR) Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid jelang deklarasi di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/9). (Foto: Ist)
Inisiator Serikat Rakyat Gotong Royong (SRGR) Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid jelang deklarasi di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/9). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Inisiator Serikat Rakyat Gotong Royong (SRGR) Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid mengungkapkan, lembaganya akan dideklarasikan di Bumi Sangkuriang, Kiputih, Kota Bandung, Jawa Barat, hari ini, Jumat (24/9).

SRGR akan melibatkan berbagai elemen masyarakat dari berbagai latar belakang profesi, hobi, suku, ras agama dan keragaman lainnya untuk bersama-sama berbuat yang terbaik untuk bangsa.

"Visi kita kegotong royongan. Artinya lintas agama, etnis, suku, hobi, gender dan umur tanpa ada sekat. Gotong royong itu semangatnya universal. Prinsipnya dalam organisasi ini setara, bebas, kebersamaan, kesetaraan, dan persaudaraan. Itu yang menjadi prinsip utama dari Serikat Rakyat Gotong Royong," ujar Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid yang juga inisiator SRGR, Jumat (24/9).

Berita Terkait : Gus Jazil Gagas Serikat Rakyat Gotong Royong

Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawai mengatakan, saat ini masyarakat dilanda berbagai persoalan. Tidak hanya masalah kesehatan akibat pandemi Covid-19, namun juga persoalan ekonomi, ketidakadilan, sulitnya akses pendidikan, dan berbagai persoalan hidup lainnya.

Untuk itu, dibutuhkan sebuah gerakan yang bisa menggalang kebersamaan untuk melakukan hal-hal positif yang bermanfaat untuk masyarakat.

"Di tengah berbagai kesulitan dan persoalan hidup, hal yang paling diperlukan adalah kesatupaduan. Tidak ada yang lain. Kita perlu meningkatkan, menguatkan barisan untuk menghadapi kondisi yang tidak cukup baik ini. Dan kuncinya adalah gotong royong untuk saling menguatkan," tuturnya.

Berita Terkait : Zulkifli Hasan Gaungkan Pentingnya Amandemen

Ditambahkan Gus Jazil, gotong royong dalam konteks hari ini disebut kolaborasi atau kerjasama. Sebab, hari ini tidak ada kekuatan yang dominan sendiri. Kekuatan itu justru muncul melalui kolaborasi. Nantinya, SRGR akan bikin berbagai kegiatan yang sifatnya lebih ke masyarakat bawah. Misalnya melakukan aksi bakti sosial, pendampingan hukum, dan berbagai kegiatan lain yang bermanfaat untuk kepentingan rakyat.

Joe, personel Project-P, mengapresiasi gagasan lahirnya SRGR.

"Di saat-saat kita lagi bingung, di tengah kondisi yang serba sulit saat ini, pandemi bukan hanya soal ekonomi, tapi juga ide dan kreativitas itu terhenti. Dan di saat seperti ini justru muncul gagasan sebuah kerja sosial yang luar biasa makanya saya terpanggil untuk terlibat. Karena itu, saya akan hadir dan inginnya saya bisa mendukung," ungkapnya.

Berita Terkait : Gotong Royong Atasi Pandemi

Rere, seorang entrepreneur yang juga selebgram menuturkan, gotong royong ini adalah kata atau slogan yang sudah lama tidak terdengar.

"Ini luar biasa karena ini kembali kita gelorakan lagi, digalakkan lagi, dan gotong royong itu cuma ada di Indonesia. Di luar negeri kebanyakan kan hidup sendiri-sendiri. Di Indonesia sudah menjadi kebiasan kita saling membantu, saling bergotong royong," tuturnya.

Bang Pacun dari Gusdurian Jawa Barat-Banten, mengatakan, SRGR  merupakan wadah bagi siapapun lintas agama, suku, profesi karena semangat gotong royong adalah implementasi dari semangat Pancasila, Bhineka Tunggal Eka, NKRI, dan UUD 1945. [TIF]