Dewan Pers

Dark/Light Mode

Naik Pesawat Mesti Tes PCR

Puan: Covid-19 Melandai Tapi Syarat Perjalanan Makin Ketat

Jumat, 22 Oktober 2021 07:15 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Dok. DPR RI)
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Foto: Dok. DPR RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah menjawab kebingungan masyarakat soal Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53 Tahun 2021. Terutama soal kewajiban semua penerbangan melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) selama 2x24 jam.

“Beberapa hari ini, banyak masyarakat bersuara karena bingung dengan aturan baru PCR sebagai syarat semua penerbangan. Masyarakat mempertanyakan, kenapa dalam kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia yang semakin baik, tapi tes perjalanan semakin ketat,” tegas Puan melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Berita Terkait : Jika Kasus Covid-19 Naik Lagi, Pengetatan Mobilitas Bakal Diterapkan Kembali

Diketahui, Inmendagri itu diatur lebih rinci melalui Surat Edaran (SE) yang dikeluarkan Satgas Covid-19 dan SE Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19.

Dalam aturan itu, surat keterangan hasil negatif PCR menjadi syarat wajib perjalanan dari dan ke wilayah Jawa-Bali, serta daerah yang masuk kategori PPKM Level 3 dan 4.

Berita Terkait : Kang Emil Pastikan Atlet PON Yasmin Nafisah Dapat Perawatan Maksimal

Untuk luar Jawa-Bali, syarat ini juga ditetapkan bagi daerah dengan kategori PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Level 1 dan 2. Namun, tes antigen masih tetap berlaku dengan durasi 1x24 jam.

Sebelumnya, pelaku penerbangan bisa menggunakan tes antigen 1x24 jam dengan syarat calon penumpang sudah divaksin lengkap.

Berita Terkait : Nggak Usah Khawatir, Superbike Di Mandalika Digelar Dengan Prokes Ketat

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, perubahan aturan syarat perjalanan udara dari tes antigen menjadi tes PCR tersebut karena peningkatan jumlah kapasitas penumpang. Sehingga hal itu diperlukan untk peningkatan skrining.

“Alasannya, prinsip kehati-hatian dan bertahap. Artinya, dengan peningkatan jumlah kapasitas penumpang (pesawat), perlu ditingkatkan screening-nya agar terdeteksi dan tidak ada yang lolos,” ujar Wiku.
 Selanjutnya