Dewan Pers

Dark/Light Mode

Resmikan Masjid Syahrul Muhajirin

Syarief Ingatkan Komitmen Pemerintah Pegang Teguh Pancasila

Sabtu, 23 Oktober 2021 07:37 WIB
Wakil Ketua Syarief Hasan saat meresmikan Masjid Syahrul Muhajirin di SMA Negeri 10 Makassar, Jumat (22/10). (Foto: Ist)
Wakil Ketua Syarief Hasan saat meresmikan Masjid Syahrul Muhajirin di SMA Negeri 10 Makassar, Jumat (22/10). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan bersama Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, meresmikan Masjid Syahrul Muhajirin di SMA Negeri 10 Makassar.

Pembangunan masjid ini, kata Syarief, merupakan komitmen terhadap sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa.

"Pembangunan masjid ini merupakan komitmen kita kepada sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Ini adalah komitmen untuk mengutamakan dan menghormati agama," kata Syarief Hasan dalam peresmian Masjid di lingkungan SMA Negeri 10 Makassar, Jumat (22/10).

Syarief menjelaskan, sila pertama Pancasila telah mewarnai kehidupan beragama di Indonesia. "Bangsa Indonesia dengan sila pertama Pancasila ini memberikan komitmen yang begitu luas, termasuk dalam mensyiarkan agama kita," ujarnya.

Berita Terkait : Senayan Serukan Pemerintah Atur Teknis dan Pembiayaan Buat asien

Menurut Syarief, pembangunan harus memiliki keberpihakan. Sebagus apapun UU maupun peraturan tetapi tanpa keberpihakan maka outputnya tidak sesuai harapan. "Sebaliknya, kalau ada keberpihakan dalam pembangunan maka kinerjanya akan semakin baik," tuturnya.

Syarief mengungkapkan mimpinya bahwa provinsi Sulawesi Selatan mendapat julukan provinsi 1000 masjid seperti provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Saya bermimpi dalam lima tahun ke depan, kalau orang akan melihat jumlah masjid terbanyak maka datanglah ke Provinsi Sulawesi Selatan. Kalau ingin melihat masjid-masjid dipenuhi jamaahnya, maka datanglah ke provinsi Sulawesi Selatan," sambungnya.

Syarief menambahkan, hari ini ada starting poin kebijakan, keberpihakan, dan pengalokasian anggaran. "Kalau itu dilakukan maka Provinsi Sulawesi Selatan menjadi provinsi yang terbanyak masjidnya," ujarnya.

Berita Terkait : Syarief Hasan Minta Pemerintah Fasilitasi UMKM

Sementara itu, Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan masjid ini dipelopori kepala sekolah secara langsung.

"Ibu kepala sekolah akan mengakhiri tugasnya sebagai ASN. Semoga ini menjadi akhir yang baik karena pembangunan masjid ini akan mengalir terus pahalanya. Masjid ini akan dimakmurkan para siswa dan masyarakat sekitar," kata Andi Sudirman.

Pembangunan masjid ini, lanjut Andi Sudirman, akan menjadi contoh bagi kepala sekolah di Sulawesi Selatan. "Pembangunan masjid tidak menggunakan APBD. Kita memprogramkan sekolah-sekolah untuk membangun masjid. Masjid ini menjadi pilot project. Ini menjadi contoh dan motivasi bagi sekolah-sekolah lain," katanya.

Kepala UPT SMA Negeri 10 Husaefah Hasan menjelaskan, Masjid Syarul Muhajirin dibangun empat tahun lalu. Tepatnya 13 Oktober 2017. Peletakan batu pertama dilakukan Syahrul Yasin Limpo. Pembangunan masjid masih berjalan, pemberian nama masjid oleh Muhadjir, Mendikbud saat itu ketika berkunjung ke SMAN 10 Makassar. Saat bersamaan datang juga Syahrul Yasin Limpo. Karena itu masjid ini diberinama Masjid Syahrul Muhadjirin.

Berita Terkait : Kapolri Perintahkan Tindak Tegas Pinjol Ilegal

Masjid ini terdiri dari dua lantai dengan luas bangunan 18 x 16 meter. Pembangunan masjid ini sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 1,5 miliar.

Hadir dalam peresmian masjid Syahrul Muhadjirin antara lain istri Wakil Ketua MPR Ingrid Kansil, Staf Khusus Wakil Ketua MPR Jafar Hafsah, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Sulsel H. Ni'matullah, SE, Plt Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel, Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Dewan Masjid Provinsi Sulsel. [TIF]