Dewan Pers

Dark/Light Mode

Asosiasi Pilot Garuda Keberatan Syarat Tes PCR

Selasa, 26 Oktober 2021 07:31 WIB
Pesawat Garuda Indonesia dengan livery masker. (Foto: Ist)
Pesawat Garuda Indonesia dengan livery masker. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Asosiasi Pilot Garuda (APG) menolak tes PCR sebagai syarat wajib perjalanan naik pesawat bagi masyarakat. Plt Presiden APG Capt. Donny Kusmanagri mengaku keberatan dalam aturan yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 53 tahun 2O21 dan SE Kementerian Perhubungan Nomor 88 tahun 2021.

"Kami dari Asosiasi Pilot Garuda menyatakan keberatan dengan SE tersebut," tegasnya dalam keterangan resminya, Selasa (26/10).

Donny mengatakan, kebijakan pemberlakuan tes PCR untuk naik pesawat akan memberatkan calon penumpang. Hal itu akan berdampak langsung kepada berkurangnya tingkat keterisian pesawat yang pada akhirnya memukul sektor pariwisata.

Berita Terkait : Indonesia Vs Nepal, Garuda Muda Dilarang Terpancing Emosi

"Kami berharap agar kementerian dan pihak-pihak terkait melakukan peninjauan kembali dengan tetap memperhatikan kondisi perkembangan penanganan Pandemi Covid-19 di lndonesia," ujarnya.

Donny menjelaskan, bahwa pesawat sudah dilengkapi dengan teknologi pencegahan virus bernama HEPA Filter. Alat ini berfungsi mencegah penularan virus di dalam pesawat.

Selain itu, berdasarkan penelitian dari berbagai pihak menunjukkan angka penularan Covid-19 di pesawat sangat kecil dibandingkan dengan moda transportasi lainnya.

Berita Terkait : Satgas Minta Polisi Tindak Tegas Pelaku Pemalsuan Tes PCR

"Prokes yang ketat serta persyaratan vaksinasi juga diterapkan baik bagi awak pesawat maupun penumpang," katanya.

APG mengapresiasi pencapaian Pemerintah yang berhasil menurunkan angka penularan Covid-19 dan sangat mendukung program pemerintah dalam mengatasi pandemi. Terutama dengan adanya program vaksinasi dan protokol kesehatan terhadap pelaku perjalanan dalam negeri.

Namun, APG meyayangkan penerapan aturan wajib PCR naik pesawat yang dterapkan Pemerintah. "Mengingat pemulihan ekonomi dari sektor transportasi udara dan pariwisata dalam 2 bulan terakhir mulai menunjukan perbaikan signifikan. Sayangnya, peraturan perjalanan moda transportasi udara kembali diperketat," ucapnya. [KPJ]