Dark/Light Mode

Nilai JI Masih Haramkan Parpol

Al Chaidar Ragu PDRI Antek JI

Rabu, 24 November 2021 07:35 WIB
Pengamat terorisme, Al Chaidar. (Foto: Istimewa)
Pengamat terorisme, Al Chaidar. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI) mendadak ngetop. Ketua Umumnya, Farid Ahmad Okbah (FAO) ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror. Dia diduga terkait kasus pendanaan kelompok teroris Jamaah Islamiah (JI). Apa iya JI sudah melakukan jihad politik?

Pengamat terorisme, Al Chaidar meragukan, jika JI sudah beralih atau melakukan perubahan strategi dari jalur kekerasan menjadi politik. Apalagi, melakukan gerakan politik dengan membuat partai politik kemudian berharap menang di pesta demokrasi seperti Pemilu.

“Nggak mungkin JI itu PDRI. Itu melanggar akidah perjuangan mereka,” ujar Al Chaidar kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Diceraikan, Posting Pesan Bersyukur

Dosen di Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Aceh ini menganalisa, Ketum PDRI, FAO itu menganut pemikiran Wahabi Salafi. Artinya, aliran pemikiran ini melarang melakukan pemberontakan di dalam sebuah negara, dan memperbolehkan perjuangan di jalur politik.

Sementara JI, menganut Wahabi Jihadis. Jika disimpulkan, kelompok ini tidak percaya pada perjuangan jalur politik. “Sebagai ketum parpol, mana mungkin Farid Okbah dibaiat oleh pemimpin JI,” cetusnya.

Al Chaidar juga menilai, PDRI secara kepartaian tidak memiliki afiliasi dengan JI. Artinya, perlu penjelasan mendalam agar isu ini tidak kemudian menghancurkan partai politik Islam yang anggotanya bersemangat berjuang melalui jalur politik.

Berita Terkait : Adinda Azani Perankan Karakter Yang Susah Ditebak

Memang, katanya, kelompok JI masih mentolerir kelompok Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) untuk menjadi bagian darinya. Namun untuk gerakan partai politik, pakar terorisme ini meyakini JI itu eksklusif dan tidak mudah mengubah jalur perjuangan.

“Secara ideologis itu nggak nyambung PDRI sama JI. Orang JI itu pasti sangat antipati terhadap parpol. Kalau LSM masih boleh. Soal ini memang perlu pendalaman lagi,” tutupnya.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDRI, Yunasdi menegaskan, partainya bebas dari pengaruh JI. Termasuk sang ketum FAO yang kini ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana terorisme.
 Selanjutnya