Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kader PDIP Kembalikan Bantuan Ke Ganjar, Relawan Duga Ada Upaya Penjegalan

Jumat, 14 Januari 2022 15:35 WIB
Pemberian bantuan kepada masyarakat. (Foto: Sahabat Ganjar)
Pemberian bantuan kepada masyarakat. (Foto: Sahabat Ganjar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Analisa dan Strategi Sahabat Ganjar Edi Nugraha buka suara soal kader Partai PDIP bernama Fajar Nugroho yang mengembalikan bantuan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dia menduga, ada unsur politis dalam kasus ini. Pengembalian bantuan ini diduga merupakan upaya untuk menggagalkan Ganjar Pranowo maju ke kontestasi Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Berita Terkait : Ganjar-Pacul Panas Lagi

Sebab, apa yang dilakukan Fajar Nugroho selaku kader partai telah menjatuhkan citra Gubernur Jateng tersebut secara masif dan terstruktur. Indikasinya,, Fajar mengundang media untuk meliput saat mengembalikan bantuan yang diberikan kepadanya.

"Kami menduga adanya campur tangan dan intervensi yang dilakukan secara masif dan terstruktur oleh oknum partai yang tidak ingin nama Ganjar muncul," ujar Edi Nugraha dalam rilis resmi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sahabat Ganjar yang diterima RM.id, Jumat (14/1).

Berita Terkait : BRINS Pasok Bantuan Buat Korban Banjir Dan Longsor Di Jayapura

Menurut Edi, pemberian bantuan oleh Ganjar Pranowo kepada Fajar Nugroho sama sekali tidak melanggar aturan. Sikap itu sesuai instruksi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar seluruh kader partai banteng turun ke bawah membantu rakyat. Hal itu, dianggap sebagai kerja politik terbaik untuk memenangkan Pemilu 2024.

"Instruksi Bu Mega inilah yang membuat Ganjar Pranowo turun tangan untuk membantu kader PDIP yang kesusahan. Jadi, apa yang dilakukan Ganjar sebagai kader partai tidak menyalahi aturan, dan alasan Fajar mengembalikan bantuan adalah mengada-ada," tegasnya.

Berita Terkait : Kadin Dukung Kebijakan Pemerintah Jinakkan Harga Minyak Goreng

Edi sendiri mengaku heran dengan sikap Fajar Nugroho. Saat menerima bantuan dia terlihat sumringah, tapi sekarang tiba-tiba menolak. Bahkan, dalam proses pengembalian dia mengundang beberapa jurnalis untuk meliput.

Atas dasar itu, Edi mengimbau semua pihak saling menghormati, dan tidak melakukan hal-hal yang pada akhirnya rakyat yang menjadi korbannya. "Menghalangi rakyat menerima bantuan adalah tindakan keji dan sangat tidak sesuai dengan Pancasila!" tegas Edi. 
 Selanjutnya