Dewan Pers

Dark/Light Mode

Buntut Kader Banteng Balikin Bansos

Ganjar-Pacul Panas Lagi

Jumat, 14 Januari 2022 08:10 WIB
Ganjar saat menyerahkan bantuan kepada Kader PDIP Fajar Nugroho, Minggu (10/1/2022). (Foto: YouTube)
Ganjar saat menyerahkan bantuan kepada Kader PDIP Fajar Nugroho, Minggu (10/1/2022). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Aksi kader Banteng di Temanggung bernama Fajar Nugroho yang mengembalikan bansos dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berbuntut panjang. Gara-gara masalah itu, perseteruan antara Ganjar dengan Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang “Pacul” Wuryanto yang sudah lama adem, jadi panas lagi. Ganjar-Pacul akhirnya debat lagi.

Heboh soal pengembalian bantuan itu berawal ketika Ganjar melakukan kunjungan kerja ke Temanggung, Senin (10/1) lalu. Salah satu agenda eks anggota DPR itu adalah memberikan bantuan sosial kepada warga miskin di dusun Mungseng, Kemantenansari.

Berita Terkait : Ganjar Dan Anies Jualannya Sama

Di sela agenda itu, Ganjar menyambangi rumah yang tak layak huni. Rumah yang didatangi Ganjar memang sangat sederhana. Luasnya 49 meter persegi, berdinding papan dengan atap sudah bolong-bolong. Di sana, Ganjar disambut pemilik rumah dengan ramah. Belakangan diketahui rumah warga tersebut milik Fajar Nugraha, Wakil Ketua PAC PDIP.

Ganjar lalu memberikan bantuan kepada Fajar berupa sembako, mainan anak-anak, dan handphone kepada anaknya yang sudah duduk di Sekolah Dasar (SD). Tak cuma itu, Ganjar juga menawarkan merenovasi rumah tersebut serta memberikan bantuan peralatan cuci motor untuk tambahan penghasilan.

Berita Terkait : Ganda Putra Korsel Jalani Wajib Militer

Ganjar tahu, pendapatan Fajar yang bekerja di pabrik pembuatan emping jagung hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari.

Mendapat bantuan itu, Fajar senang bukan main lalu mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Belakangan, video kunjungan tersebut diunggah Ganjar di akun Instagramnya, dengan judul “Rumah Kader di Tanah Bengkok”.

Berita Terkait : Ganjar-Erick Kandidat Kuat

Dua hari berselang, Fajar membawa semua bantuan yang diberikan Ganjar ke kantor Kelurahan Mungseng. Wajahnya yang sumringah saat menerima bantuan sudah menghilang berganti dengan raut kesal.

Pria berusia 38 tahun itu menyerahkan sembako, mainan anak, dan ponsel ke petugas kelurahan. Ia mengaku ingin menyerahkan langsung ke Ganjar. Namun tak tahu bagaimana prosedurnya. Karena itu, ia kembalikan melalui kelurahan.
 Selanjutnya