Dark/Light Mode

Ditanya Soal Bansos Ganjar Dibalikin Kader Banteng

Hasto Halus Bicaranya

Senin, 17 Januari 2022 07:35 WIB
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. (Foto: Dok. PDIP)
Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto. (Foto: Dok. PDIP)

 Sebelumnya 
Meskipun dikritik rekan-rekan separtainya, Ganjar tetap santai. Dia tidak kapok tapi tetap membagikan bansos kepada kader PDIP lainnya.

Misalnya, Jumat (14/1), Ganjar memberikan bantuan ke Wakil Ketua PAC Banyubiru Suryono, dan mantan Wakil Ketua PAC Pakis, Edi Mawardi. Informasi ini dibagikan langsung Ganjar lewat media sosial miliknya di Twitter dan Instagram.

Baca juga : Ganjar Nggak Kapok

Pakar komunikasi politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio memaklumi sikap Hasto kepada Ganjar. Lagipula, eranya sudah berubah. Berdasarkan hasil survei KedaiKOPI, kriteria capres yang diinginkan masyarakat saat ini adalah cerdas, tidak melulu soal pencitraan.

Sehingga, ragam bantuan yang diberi pernak-pernik identitas sebenarnya tidak tepat, apalagi jika niatan awalnya untuk mengerek elektabilitas. “Semua yang ingin jadi capres beralih dengan menggunakan cara-cara cerdas dan visioner, tidak lagi hanya mengandalkan pencitraan,” usul pria yang akrab disapa Hensat itu.

Baca juga : Samantha Lockwood Geram Digosipin Pacar Baru Salman

Sebenarnya, Ganjar punya kesempatan untuk tidak pencitraan. Karena 8 tahun sudah memimpin Jawa Tengah. Artinya, mulai dari sekarang ia bisa memamerkan pembangunan yang dilakukan. Bukan hanya untuk masyarakat Jawa Tengah, tetapi se-Indonesia. Tidak perlu memberikan bantuan, apalagi sampai menjadi konten YouTube.

Pakar komunikasi politik Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing ikut menyoroti kejadian ini. Dia menilai Ganjar latah. Sebab, bantuan dalam bentuk fisik berupa uang atau sembako bukan domain gubernur, sekalipun presiden. Lebih baik membuat program yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Baca juga : Ganjar Bingung Harus Jawab Apa

Emrus tidak setuju jika ada pejabat memberikan bantuan fisik ke masyarakat. Karena tidak nencerminkan keadilan sosial. “Tapi, kalau diberikan bantuan seperti itu kan hanya yang menerima saja. Bukankah itu akan menimbulkan kecemburuan sosial bagi rakyat yang lain. Padahal tugas pimpinan adalah membuat program yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat,” kritiknya. [MEN]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.