Dewan Pers

Dark/Light Mode

Duet Dengan Prabowo

Imin Baru Pedekate

Minggu, 30 Januari 2022 06:44 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Foto: Antara)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar mulai sering bicara soal Pilpres 2024, termasuk soal capres dan cawapres. Pria yang akrab disapa Cak Imin ini bahkan tidak ragu-ragu kalau dirinya diduetkan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Namun soal duet itu, Imin mengaku baru sebatas pedekate alias penjajakan.

Selain dideklarasikan sebagai capres, sejumlah relawan juga ada yang mengusung Cak Imin sebagai cawapres. Salah satunya, deklarasi agar Imin maju di Pilpres 2024 berpasangan dengan Prabowo Subianto. Bahkan relawan Prabowo-Imin sudah menggelar deklarasi di sejumlah daerah. Terbaru deklarasi di Halmahera, Maluku Utara.

Menanggapi itu, Imin mengaku sangat terbuka dengan semua kemungkinan yang ada. Termasuk untuk berduet dengan Ketum Partai Gerindra itu di Pilpres 2024. Apalagi selama ini, Imin mengaku hubungannya dengan Prabowo maupun Gerindra sudah terjalin baik.

Berita Terkait : Prabowo Tidak Emosian

“Pak Prabowo dengan semua nama-nama yang muncul apalagi hampir semua yang muncul hari ini dan sudah punya kedekatan dengan koalisi pemerintahan, maupun hubungan yang baik,” kata Imin dalam kunjungan kerja di Halmahera Selatan, Maluku Utara, kemarin. 

Ditanya sejauh mana hubungannya dengan Gerindra, Wakil Ketua DPR itu mengaku masih sebatas penjajakan. Namun, gimana peluangnya, Imin dan Gerindra masih sama-sama membaca peluang.

“Saya kan tiap hari sama Gerindra, sama Pak Dasco. Ya intensiflah membaca peluang. Tapi belum sampai ke kesimpulan. Kita masih menghitung peluang kekuatan bersama efektif atau tidak, kemudian akseptabilitas masyarakat kayak apa. Kedua, kecocokan beberapa pihak,” tuturnya.

Berita Terkait : Berikan Keringanan Izin Usaha, PUPR Manjakan Gapensi

Apa tanggapan Gerindra? Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, saat ini pihaknya masih konsolidasi, menghitung, dan memetakan soal calon presiden dan calon wakil presiden. Bahwa ada deklarasi, menurutnya sah-sah saja. Apalagi di era demokrasi, dan memang sedang musim deklarasi.

“Kemudian masalah kali ini, Pak Prabowo diduetkan dengan Cak Imin, ya itu kita nikmati saja sebagai dinamika demokrasi. Pada waktunya nanti, Gerindra akan mengumumkan masalah capres dan cawapres yang akan diusung Partai Gerindra,” kata Dasco saat dihubungi, tadi malam. 

Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari menilai, sebatas wacana, duet Prabowo-Imin sah-sah saja. Apalagi secara kalkulasi politik, koalisi Gerindra dengan PKB, sudah cukup mengantongi tiket untuk mengusung capres-cawapres di 2024. Namun, Qadari ragu, Prabowo mau berduet dengan Imin. Mengingat, elektabilitas antara Prabowo dan Imin sangat jomplang. Prabowo masuk 3 besar survei capres, sedangkan Imin berada di papan bawah. 

Berita Terkait : Pilpres 2024, Duet Prabowo-Jokowi Bisa Persatukan Indonesia

Persoalan lainnya, belakangan ini yang dipilih menjadi calon atau digandeng yang berkontestasi di Pilpres itu dari NU, bukan dari PKB. Karena kata Qodari, nasa NU itu lebih besar dari massa PKB. Artinya, meski pemilih PKB dari NU, tapi suara NU ke berbagai partai. Apalagi, survei menunjukkan Islam di Indonesia yang menjadi bagian dari NU sekitar 35-40 persen. Sementara PKB hanya 9 persen. [MEN]