Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kopdar Dengan Serikat Pekerja, Bos Kadin Bakal Bentuk Pokja

Kamis, 13 Januari 2022 18:09 WIB
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid melakukan kopi darat bersama pimpinan serikat pekerja di Jakarta, Kamis (13/1). (Foto: Ist)
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid melakukan kopi darat bersama pimpinan serikat pekerja di Jakarta, Kamis (13/1). (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid melakukan kopi darat bersama pimpinan serikat pekerja di Jakarta, Kamis (13/1).

Pimpinan serikat pekerja yang hadir adalah Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, dan Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) Elly Rosita Silaban.

Hadir pula Presiden Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Syaiful Bahri Anshori, dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nasional (KSPN) Ristadi.

Berita Terkait : Tata Pesisir Dan Hilangkan Prostitusi, Bupati Zaki Banjir Pujian

Dalam pertemuan bertajuk dialog sosial ini, Arsjad menekankan ngopi bareng pimpinan buruh ini bukan hanya bicara soal upah minimum.

"Hari ini ngobrol-ngobrol secara santai. Kita ingin kebhinnekaan, justru perbedaan itu sesuatu kekuatan. Kita sepakat yang kita perjuangkan merah putih, yang terbaik untuk Indonesia," tegasnya.

Bos Indika Energy ini mengungkapkan, dalam pertemuan tersebut, baik Kadin maupun pimpinan serikat pekerja sepakat untuk membentuk kelompok kerja (pokja).

Berita Terkait : Gabung Persija, Ikhwan Ciptady Yakin Bisa Bawa Klub Berprestasi

"Kita sepakat membuat rumah tenaga kerja untuk berdiskusi mengenai kesejahteraan yang akhirnya nanti juga kita akan bicara mengenai roadmap ke depannya untuk Indonesia," ungkap Arsjad.

Arsjad menjelaskan, salah satu contoh konkret dari pertemuan ini adalah tentang vokasi. Menurutnya, hal ini dilakukan untuk meningkatkan keahlian bagi buruh di era teknologi.

Kemudian, kata Arsjad, pembahasan soal second income. Dengan adanya pokja ini, ke depan Kadin akan melakukan mentoring untuk buruh agar bisa jadi pengusaha untuk menambah pendapatannya sebagai pekerja. "Setiap rumah tangga itu misalnya suaminya bekerja, istrinya mungkin bisa jadi UMKM, kita bisa jadi mentoring," jelasnya.

Berita Terkait : Ekspor Batu Bara Dilarang, Ini Kata Bos Kadin

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyebut pertemuan ini merupakan momen bersejarah bagi hubungan pengusaha dan buruh di Indonesia. "Ini sejarah baru pertama kali dilakukan Kadin bertemu dengan konfederasi buruh terbesar di Indonesia," ujar Andi Gani.
 Selanjutnya