Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Sebelumnya
Saat ini, yang dia lakukan adalah berusaha semaksimal mungkin mempersiapkan diri.
“Insya Allah saya akan kembalikan kejayaan Partai Demokrat dengan cara-cara yang baik,” katanya.
Dalam orasinya di depan kader Demokrat, AHY menyampaikan banyak hal. Dari mulai menekankan pentingnya Demokrat menjadi pembawa pesan Islam washattiyah, hingga mengajak menghindari politik identitas yang menyebabkan polarisasi tajam.
Baca juga : Ramadan Dan Paskah Momen Tabur Kasih Dan Toleransi
Akibatnya, tidak ada ruang dialog yang berkeadaban. Hoaks, fake news, black campaign, hate speech, politik fitnah dan adu domba seolah boleh dilakukan. Menurutnya, post truth politics hanya akan memecah belah bangsa. “Jangan sampai keterbelahan Pilpres 2019 terulang,” tuturnya.
AHY juga menyentil mundurnya kebebasan sipil. Banyak rakyat yang takut bicara. Jangankan kritik, bicara yang umum saja ragu-ragu. Ini harus dibenahi. Jangan sampai suara dibungkam dan diintimidasi.
Indikator lain kemunduran demokrasi, negara seolah memberi ruang luas kepada buzzer politik. Mereka dibiarkan menghancurkan yang berbeda pandangan dan sikap dengan Pemerintah dan penguasa.
Baca juga : RUU TPKS Gol, Menteri Bintang Apresiasi Semua Pihak
AHY menyoroti langkah sejumlah pihak yang berniat mengkhianati konstitusi melalui pelemparan wacana penundaan Pemilu.
“Sederhananya, mereka mau melanggengkan kekuasaan tanpa mengikuti proses pemilu. Artinya, tanpa dipilih langsung oleh rakyat,” ucap AHY.
AHY ingat pesan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sekaligus ayahandanya, SBY.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya