Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Program B50 Dinilai Perkuat Swasembada Energi dan Tekan Impor BBM
- S&P Pertahankan Rating Indonesia, Kepercayaan Investor Tetap Kuat
- Igor Tolic Ungkap Alasan Pilih Gabriel Mutombo Jadi Benteng Baru Persib
- Resmi, Lilipaly Berseragam Semen Padang FC
- Piala AFF 2026, Marc Klok Bidik Prestasi Bersama Timnas Indonesia
Sebelumnya
“Pernyataan Cak Imin (Muhaimin) yang menganggap pimpinan NU tidak memiliki pengaruh di PKB memiliki konsekuensi politis justru akan merugikan Cak Imin,” kata Imron kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Apalagi, Gus Yahya selain sebagai Ketua Umum PBNU juga merupakan kader dan putra dari salah satu tokoh sentral dan pendiri PKB, yakni almarhum KH Cholil Bisri.
Baca juga : Jaga Sistem Pencernaan Dengan Pola Makan Dan Gaya Hidup Sehat
“Seharusnya Cak Imin berterima kasih ke Gus Yahya dan keluarganya yang selama ini membantu membesarkan PKB,” tegasnya.
Gus Yahya tidak pernah menyerang secara langsung PKB maupun ketua umumnya. Niat Gus Yahya, kata Imron, mulia. Yakni mengembalikan NU ke khittahnya. Karena NU bukanlah organisasi politik. Melainkan Jam’iyyah Diniyah Ijtima’iyyah atau organisasi sosial keagamaan yang harus lepas dari politik praktis.
Baca juga : Talasemia Penyakit Keturunan, Kenali Cara Mencegahnya
“Cak Imin perlu memberikan contoh berperilaku arif terhadap pimpinan PBNU agar tidak merugikan hubungan warga NU dengan PKB,” tandasnya.
Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) berharap komunikasi kedua elite ini lebih positif. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya