Dark/Light Mode

Mau Gabung Asal Didukung Nyapres

Cak Imin Berani Langkahi Para Pendiri Koalisi

Jumat, 27 Mei 2022 07:40 WIB
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. (Foto: Twitter)
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar. (Foto: Twitter)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar alias Cak Imin bersedia bergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang didirikan Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Syaratnya, dia yang jadi calon presiden.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar Dave Laksono pun mempersilakan PKB bergabung dengan KIB, karena masih sangat cair dan terbuka. Asalkan, tidak mengajukan syarat apapun. “Silakan bergabung tanpa syarat macam-macam,” kata Dave kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Baca juga : Mentan Jalankan Perintah Presiden

Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 ini menjelaskan, KIB terbentuk tanpa syarat apapun. Tiga partai berhimpun hanya berlandaskan kesamaan ide dan gagasan membangun bangsa. “Kami Golkar saja belum membicarakan ini di koalisi. Kami ingin membentuk budaya politik baru. Koalisi di awal, bukan di akhir. Tanpa melihat Capres-Cawapres terlebih dahulu,” terangnya.

Sekretaris Jenderal PPP, Arwani Thomafi menambahkan, KIB tidak membatasi secara eksklusif jumlah partai yang akan bergabung. “PKB masuk dulu, baru njagong (ngobrol) atau ngopi-ngopi soal Pilpres, capres dan cawapresnya siapa itu nanti,” ungkapnya

Baca juga : Cak Imin Mimpi? Bangun Dong

Arwani mengatakan, soal capres-cawapres harus dilihat dari berbagai macam aspek. Dari mulai karakter, elektabilitas, dan harus dikaji oleh tim dari koalisi. “Yang jelas, KIB belum mengagendakan Tunggu saja episode selanjutnya,” ucapnya.

Sebelumnya, Cak Imin menyebut, partainya siap bergabung dengan KIB dengan syarat dia jadi Capres. “PKB siap bergabung, asalkan saya yang jadi capresnya,” kata Cak Imin, Minggu (22/5).

Baca juga : Tiga Tahun Tidak Impor Beras, Bukti Mentan SYL Jalankan Perintah Presiden

Dia mengklaim, dirinya banyak mendapat dorongan dari berbagai kalangan, terutama nahdliyin, sebutan bagi warga Nahdlatul Ulama, untuk maju sebagai Capres dalam Pemilu 2024. “Itu keinginan sebagian besar warga kita, terutama Nahdliyin dan Nahdliyat. Supaya kita punya presiden yang mewakili warga Nahdliyin,” bebernya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.