Dark/Light Mode

Pernyataan TKA China Berbau Rasis

Sekjen PKP Kritik Mantan Ketum PKPI

Sabtu, 28 Mei 2022 07:40 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Irjen Pol (Purn) Syahrul Mamma. (Foto: Istimewa)
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Irjen Pol (Purn) Syahrul Mamma. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Irjen Pol (Purn) Syahrul Mamma mengkritik keras pendahulunya, Letnan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso.

Perkaranya, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) periode 2010-2015 itu melontarkan pernyataan mengenai masuknya Tenaga Kerja Asing (TKA) khususnya dari Tiongkok yang dinilai akan mengganggu stabilitas nasional.

Baca juga : Rekayasa Lalin Arus Balik Dinilai Berhasil, Kinerja Polri Diapresiasi

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyatakan, ribuan pekerja asing tersebut tidak akan pulang ke negeri asalnya dan akan membuat penduduk asli tersisih. “Contoh yang paling dekat Singapura. Perdana menteri pertama orang Melayu, sekarang sudah tidak ada lagi. Lihatlah Malaysia sudah beberapa departemen dipimpin etnis ini (Tionghoa),” ucap pria yang akrab disapa Bang Yos ini.

Syahrul Mamma sangat menyayangkan pernyataan Bang Yos yang berbau rasis dan melukai perasaan etnis Tionghoa di Indonesia. Apalagi, Bang Yos mantan Ketua Umum PKP sekaligus sebagai tokoh dan sesepuh TNI saat ini.

Baca juga : Serangan Rudal Rusia Sambut Pengakuan Sekjen PBB, Atas Kegagalan Dewan Keamanan

“Prinsipnya semua orang boleh saja berpendapat. Namun, harus didukung dengan analisa data yang akurat dengan jelas dan transparan sehingga kesannya tidak tendensius dan merugikan pihak lain. Kami dari PKP sangat menyayangkan karena Beliau adalah tokoh yang pernah membesarkan PKP,” ujar Syahrul dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Mantan Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri itu menegaskan, Indonesia adalah negara yang majemuk dan ber-Bhineka Tunggal Ika. Maka, sudah sepatutnya semua suku bangsa, ras dan agama memiliki kedudukan yang sama.

Baca juga : Sowan Ke Ketua MUI Bandung, Sekjen Gerindra Minta Nasihat

Menurutnya, NKRI harus dijaga bersama-sama persatuannya. PKP adalah partai yang sangat jelas menyatakan sebagai garda terdepan dalam menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. “Sehingga sangat terusik saat persatuan dan kesatuan bangsa terancam,” ingatnya.

Syahrul berharap, apabila mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) itu memang memiliki analisis dengan data yang akurat dan lengkap, sebaiknya langsung disampaikan kepada pemerintah dengan saran dan solusi yang bersifat membangun.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.