Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tidur Di Mes Sekolah PDIP Di LA, Bilang Hubungan Dengan Puan Baik

Ganjar Lagi Jadi Banteng Penurut

Sabtu, 18 Juni 2022 07:15 WIB
Ganjar Pranowo memamerkan kondisi tempat tidurnya di mes Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta. (Foto: Instagram Ganjar)
Ganjar Pranowo memamerkan kondisi tempat tidurnya di mes Sekolah Partai PDIP di Lenteng Agung, Jakarta. (Foto: Instagram Ganjar)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sempat panas dengan elite PDIP hingga diisukan bakal pindah partai, Ganjar Pranowo kembali masuk ke kandang banteng. Gubernur Jawa Tengah itu berusaha menunjukkan dirinya sebagai banteng penurut.

Hubungan Ganjar dengan elite PDIP memang sedang tegang. Ganjar sempat dicap "kemajon" hingga "kemlinthi". Ganjar juga disebut terlalu ambisius maju di Pilpres 2024. Yang paling keras, Ganjar dituding sudah tak menghormati Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ganjar kemudian seperti dijauhi elite PDIP. Beberapa kali, Ganjar tidak diundang pada cara partai di kandangnya: Jawa Tengah. Kini, Ganjar seolah mulai mencoba mencairkan hubungannya dengan elite PDIP.

Hal itu dia tunjukkan dengan cara mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) kepala daerah kader PDIP di Sekolah Partai yang ada di Lenteng Agung (LA), Jakarta. Ganjar tiba di LA dengan wajah semringah pada Kamis (16/6). Ia mengenakan seragam merah lengan panjang dengan logo banteng di dada kiri. Nama Ganjar dengan hurup kapital, tercetak tebal di dada kanan.

Kehadiran Ganjar sontak menjadi bintang di acara rakornas yang berlangsung dua hari itu. Sejumlah kader hingga kepala daerah, berebutan mengajak foto selfie dan mengelu-elukannya.

Ganjar dan ratusan kepala daerah lain pun diwajibkan menginap di mes sekolah partai. Yang boleh nginap di hotel justru para ajudan dan stafnya. "Kita rakor kepala daerah, dan kita semuanya mesti tidur di mesnya PDI Perjuangan di Lenteng Agung," kata Ganjar, saat mengecek kamar dan jatah kasurnya.

Berita Terkait : Ribuan Santri DIY Berselawat dan Doakan Ganjar Pranowo Jadi Presiden 2024

Di Mes ini, ada puluhan ranjang tingkat dua dijejer dalam satu ruangan. Ganjar kebagian kasur di tingkat satu dan loker nomor 007. "Nomornya James Bond ini... He-he-he," ucapnya merujuk tokoh fiksi agen mata-mata asal Inggris.

Semua kegiatan Ganjar di markas banteng di LA ini, dipamerin di medsosnya. Semuanya dalam bentuk video.

Pada kesempatan ini, Ganjar juga menunjukkan loyalitasnya kepada PDIP. Hal ini terkait dengan namanya yang masuk dalam salah satu bakal capres dari NasDem. "Saya terima kasih mendapat kehormatan itu, tapi saya PDI Perjuangan," tegas Ganjar, di sela-sela acara, hari pertama.

Ia juga enggan membahas lamar-melamar yang mulai gencar dilakukan oleh sejumlah partai dan kandidat jelang Pilpres 2024. Sembari berseloroh: "Emang mau nikah apa." "Ya wong saya partainya PDI Perjuangan, ini aja markasnya PDI Perjuangan," tegasnya lagi.

Di hari kedua, Ganjar yang masih setia di markas banteng menegaskan, hubungannya dengan putri Megawati,  Puan Maharani baik-baik saja. "Kita sedang di markas baik-baik saja. Saya baik," ucapnya, kemarin.

Ganjar juga menegaskan, sebagai kader PDIP punya tanggung jawab untuk memenangkan partainya di Pemilu 2024. "Semua harus siap mendukung partai, menyiapkan diri untuk pemilu besok, sudah melekat dalam tugas kita," tegasnya.

Berita Terkait : Soal Capres Dari PDIP, Trimed Lebih Pilih Puan Ketimbang Ganjar, Ini Alasannya...

Belakangan, Ganjar memang kian moncer dalam sejumlah hasil survei. Bahkan, beberapa kali menggeser dominasi Prabowo Subianto yang biasanya menyegel peringkat pertama elektabilitas tertinggi.

Soal loyalitas kader, Ketua DPP PDIP, Rokhmin Dahuri, mengingatkan tradisi dan karakter kader PDIP berbeda dengan partai lainnya. "Walaupun kita pernah terlihat berbeda, tapi kalau bu Mega sudah menyampaikan pendapatnya, semua tegak lurus," kata Rokhmin, kepada Rakyat Merdeka tadi malam.

Soal siapa jagoan yang akan diusung dalam Pilpres 2024, Rokhmin mengatakan PDIP belum mau terburu-buru. Karena fokusnya saat ini adalah realisasi program kerja kerakyatan dan konsolidasi partai.

"Soal Pilpres baru akan dibicarakan di awal atau pertengahan tahun 2023. Sekarang, kita fokus program kerja," sambungnya.

Terkait acara yang menginapkan Ganjar dan ratusan kepala daerah di mes partai, PDIP punya alasan tersendiri. Ia membenarkan, kepala daerah dari PDIP ini dilarang nginap di hotel, kecuali ajudan dan stafnya.

"Itulah partai wong cilik. Benar-benar merakyat. Staf dan ajudan enggak boleh ikut. Itu untuk melatih sense of empathy. Sekaligus ini adalah penyegaran bagi kepala daerah, selama 2 hari penuh. Sampai sekarang, kami melihat mas Ganjar masih jadi kader pelopor dan teladan lah," lanjutnya.

Berita Terkait : Ganjar Dibuang Banteng Jateng

Bagaimana penilaian pengamat dengan sikap Ganjar sekarang ini? Pengamat politik Universitas Padjadjaran, Prof Muradi menilai, Ganjar adalah kader ideologis yang sudah cukup lama makan asam garam di PDIP. Karir politiknya matang di partai ini. Sehingga menjadi banteng penurut bukan sekedar basa-basi, tapi adalah kewajiban.

"Itu memang harus dilakukan ke PDIP. Dia tidak bisa lagi main-main dengan partai lain. Kalau nggak gitu, dia tidak punya basis politik. Wajib menjadi banteng yang baik, agar mendapatkan sokongan full," lanjutnya.

Ia meyakini, pada akhirnya Mega akan membuat keputusan rasional. Bukan emosional. Sebagaimana keputusannya memilih mengalah dari Jokowi di Pilpres 2014.

"Bu Mega saat itu memilih tidak mencalonkan diri di Pilpres 2014. Nah apa Bu Puan sama dengan ibunya? Karena jagoan capres yang diusung akan menentukan efek ekor jas elektoral juga bagi partai," pungkasnya.