Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
RM.id Rakyat Merdeka - Hasil terbaru survei Litbang Kompas menunjukan tren positif peningkatan elektabilitas Partai Demokrat. Partai berlambang Bintang Mercy itu mulai merangksek naik ke posisi empat besar partai politik di Indonesia.
Menanggapi hal ini, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai, kenaikan elektoral Demokrat selalu dibersamai dengan perolehan suara Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Baca juga : Pengamat Ingatkan Bahaya Partai Ojek Bagi Demokrasi
"AHY memang menjadi ketum partai yang perolehan suaranya linier dengan partainya. Kalau kita lihat survei AHY di 5 persen, dan suara partainya tidak salah 8 persen," kata Adib saat dihubungi RM.id, Minggu (26/6).
Berbanding terbalik dengan ketum partai lainnya. Seperti Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar ataupun Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto.
Baca juga : Pengamat: Tindak Tegas Mobil Berpelat ‘Sakti’ Yang Arogan Di Jalan
"Imin perolehan partainya 13 persen, tapi dia masih 0,1 persen. Apalagi Airlangga dan Puan Maharani (Ketua DPP PDIP) misalnya. Jadi yang paling dekat adalah AHY. Soliditas suara mendekati masih di AHY," ujarnya.
Hal ini menjadi nilai tambah bagi AHY untuk memasarkan dirinya kepada partai lain. Belum lagi pengaruh Susilo Bambang Yudhoyono yang diakui Adib masih kuat.
Baca juga : Pengamat Bilang, Pencapresan Bukan Sekadar Elektabilitas
"Kelincahan-kelincahan AHY ini terus terang karena SBY masih kuat pengaruhnya," ungkap Pengamat Politik dari Universitas Islam Syekh-Yusuf (UNIS) Tangerang itu.
Diketahui, dalam survei Litbang Kompas pada Juni 2022, elektabilitas Demokrat sebesar 11,6 persen dan menempatkan partai tersebut di urutan ketiga elektabilitas tertinggi di bawah PDI Perjuangan (22,8 persen) dan Gerindra (12,5 persen). ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya