Dark/Light Mode

Kader PPP Diminta Perkuat Soliditas Dan Tingkatkan Elektabilitas

Minggu, 3 Juli 2022 05:00 WIB
Ketum PPP, Suharso Monoarfa. (Foto : Ist)
Ketum PPP, Suharso Monoarfa. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terus menggerakkan mesin partai untuk menatap tahun politik di 2024. Sejumlah terobosan juga dilakukan partai besutan Suharso Monoarfa tersebut.

Misalnya pembentukan kaderisasi yang lebih masif, sistematis, dan terukur. Dengan demikian, PPP mampu membangun lini masa yang setia dan militan.

Apalagi selama ini PPP, khususnya selama dipimpin Suharso Monoarfa, berhasil melakukan kaderisasi memiliki ideologi yang jelas dan kuat.

Terbaru, dengan adanya deklarasi dan klarifikasi dari DPP melalui DPW PPP Propinsi Jawa Tengah atas tuntutan yang disampaikan pada 24 Juni 2022.

Aliansi Kader Penyelamat PPP menyatakan menetapkan dukungan terhadap Suharso Monorfa. Mereka mencabut tuntutan atas permintaan pengunduran diri Suharso Monoarfa sebagai Ketua Umum DPP PPP, yang sebelumnya disuarakan.

"Ini tentu hal positif yang harus diikuti semua pihak di PPP. Ketika ada riak-riak berupa demontrasi pasti merugikan soliditas PPP. Kuncinya adalah mereka bersatu lagi, menjaga PPP agar tidak hanya bisa bertahan soal elektabilitas dan di pemerintahan, tetapi bisa  naik dan bersaing dengan partai lainnya," kata Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin.

Baca juga : KSPSI Kepengurusan Baru Komitmen Perkuat Organisasi Dan Sinergi dengan Pemerintah

"PPP adalah aset bangsa yang harus dijaga eksistensinya. Tentu itu harus dimulai dari kader-kadernya yang mengaku dan membuktikan jika murni mencintai PPP. Mereka jangan sampai terpecah-pecah," tambah Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) tersebut.

Sebelumnya, Koordinator Aliansi Kader Penyelamat PPP memberikan surat pernyataan terbuka pada 30 Juni 2022. Pernyataan  disampaikan sebagai sikap ikhtiar dalam menjaga marwah PPP serta berharap peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak dalam berhitmah di PPP.

Adapun isinya, yakni pertama, diterimanya masukan dan kritik kami oleh DPP sebagai satu aspirasi untuk kebaikan PPP. Kedua, menyadari Tabayyun sebagai ajaran islam, dan menghargai kesadaran seseorang untuk melakukan perbaikan atas langkah yang keliru/khilaf yang pernah di ambil.

Ketiga, adanya komitmen upaya perbaikan dalam menjalankan mekanisme roda organisasi dan kebijakan partai untuk senantiasa bersandar pada AD/ART PPP yang dihasilkan Muktamar PPP Ke-IX sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi partai.

Keempat, mendorong kerja-kerja secara intensif dalam upaya membangun koordinasi dan proses konsolidasi PPP sebagai ikhtiar mewujudkan tujuan pada pemilu 2024, dan senantiasa melibatkan masukan sesepuh dan tokoh PPP sesuai tingkatannya dalam merumuskan kebijakan strategis partai yang di ambil sebagai aspirasi.

Kelima, kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada DPP dan DPW PPP Propinsi Jawa tengah khususnya ketua (sdr. Bapak H. Masruhan Syamsurie) dan Wakil Ketua Bidang OKK (Sdr. Bapak H. Istajib) yang telah mengakomodir dan mengupayakan aspirasi kami.

Baca juga : Program Kerja Hima Persis: Tingkatkan Literasi Hingga Kawal Kebijakan Pendidikan

Sementara itu, pengurus dan seluruh kader PPP diimbau untuk terus menjaga kekompakan dan kesetiaan. Sebab dengan begitu, diyakini PPP akan berjaya di 2024.

Para kader murni ditekankan untuk setia pada cita-cita partai, setia pada ideologi partai, setia pada nilai-nilai perjuangan partai dan setia kepada pemimpin partai. 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PPP Arwani Thomafi mengingatkan betul tentang warisan kebajikan dan keluhuran akhlak yang ditinggalkan mendiang KH Maimoen Zubair.

"Ada enam prinsip dasar PPP, yakni Ibadah, Amar Ma'ruf Nahi Munkar, Kebenaran, Kejujuran dan Keadilan, Musyawarah,Prinsip Persamaan, Kebersamaan dan Persatuan dan Istiqomah. Mbah Moen secara paripurna telah mengejawantahkan prinsip dasar berpartai tersebut dalam praktik dan tindakan. Warisan besar Mbah Moen (KH Maimoen Zubair) ini harus senantiasa kita teruskan dan aktualisasikan dalam tindakan," katanya.

Saat ini, tugas seluruh kader untuk menunaikan amanat tersebut dengan penuh sungguh-sungguh dan senantiasa memegang pondasi dasar dalam berpolitik sebagaimana Mbah Moen contohkan. Spirit Mbah Moen dalam berpartai harus menjadi role model yang mewujud sebagai nilai dan pedoman bagi setiap kader dalam beraktivitas di jalur politik PPP.

"Berpolitik sebagai jalan perjuangan untuk kemaslahatan umat, bukan yang lain," kata Arwani Thomafi.

Baca juga : Gandeng DMI, BSI Perkuat Layanan Keuangan Syariah Di Masjid

Dikatakannya lagi, ujian atau turbulensi hal yang biasa terjadi dalam partai politik. Untuk itu, pihaknya menghormati aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh sekelompok orang ke PPP. Dia mempersilakan kader PPP untuk menyampaikan aspirasi.

PPP memiliki mekanisme kepartaian. Menurutnya PPP merupakan partai yang terbuka untuk melakukan dialog.

"DPP PPP mencermati demonstrasi yang belakangan muncul yang mengatasnamakan kader PPP. Prinsipnya, aspirasi yang muncul dari kader dipersilakan disampaikan," tutupnya. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.