Dewan Pers

Dark/Light Mode

Rumuskan Program Koalisi, KIB Perkuat Mesin Politik

Jumat, 26 Agustus 2022 10:20 WIB
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)/Ist
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) bersama Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (kiri) dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Airlangga Pribadi Kusman menilai langkah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) menyusun visi-misi dan program koalisi cukup progresif. Namun, muncul juga dugaan bahwa upaya tersebut hanya sebatas buying time.

“Itu langkah progresif. Tapi jangan hanya buying time, takutnya antiklimaks. Akhirnya, sekadar politik transaksional," tegas Airlangga di Jakarta, Kamis (25/8).

Airlangga menilai, KIB melangkah secara progresif dengan catatan visi misi, dan program selanjutnya menjadi jalan bagi proses penjaringan calon presiden dan pelibatan calon bersama dengan uji publik.

Untuk itu, Airlangga menilai sikap KIB tidak ingin terburu-buru dalam melangkah sebagai bentuk kehati-hatian. 

Menurutnya, KIB mempertimbangkan dan melihat arah dan proses politik sebelum memutuskan penentuan nama calon presiden (capres).

Berita Terkait : Bamsoet Tegaskan, Koperasi Sokoguru Perekonomian Nasional

Dalam pandangan Airlangga, KIB sedang membangun, memperkuat, memperindah mesin politik terlebih dahulu. Setelah itu, barulah mereka akan melihat calon-calon yang akan tampil sejalan atau tidak dengan program tersebut. 

Menurut dia, kalau KIB berorientasi pada visi misi, akan lebih baik jika para calon yang akan dirangkul juga ditampilkan dalam momen-momen politik bersama dengan publik.

Dia bilang, KIB mendahulukan program dibandingkan menjual figur capres. Pasalnya, partai di Indonesia sebagian besar tidak bisa sendirian mengusung capres tanpa koalisi.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa menyampaikan, dalam waktu dekat KIB akan kembali menggelar pertemuan. 

Pertemuan tersebut dilakukan untuk menyampaikan program-program kepada publik pada Oktober 2022. Sementara terkait penetapan capres, suharso mengaku, belum akan dilakukan dalam waktu dekat.

Berita Terkait : Belum Ada Pengantinnya, Koalisi Parpol Masih Cair

Rakyat Penasaran

Ketua Network for Indonesia Democratic Society (Netfid) Dahlia Umar mengatakan, KIB berupaya tetap berada dalam perbincangan, meski mereka belum memiliki capres dan cawapres. 

“Mereka harus tetap berada di orbit trending partai yang diperbincangkan. Jelang pemilu mereka ingin dikenal. Ada yang punya capres duluan. Ada yang eksis. Nah, yang belum punya capres, mereka harus mencari cara lain, salah satunya mengenalkan program,“ kata Dahlia, Kamis (25/8). 

Namun, dengan KIB mengajukan program terlebih dahulu, ini malah bikin masyarakat penasaran. 

“Ada storyline, jagoan datang duluan, ada yang datang belakangan tetapi dia udah bilang kisi-kisi. Nah, ini yang bikin masyarakat penasaran,” sebut Dahlia. 

Berita Terkait : Dukung Gerakan Pramuka, PUPR Rehabilitasi Bumi Perkemahan Cibubur

Dengan strategi ini, KIB berupaya mengamankan dulu koalisi mereka untuk kemudian beralih pada ‘belanja tokoh’. 

Menurutnya, paling aman untuk format koalisi dulu sehingga memenuhi syarat minimal 20 persen tadi. 

“Siapa capres dan cawapres tinggal membaca analisis internal, siapa yang paling menguntungkan saat mengajukan calon. Itu memang butuh waktu, karena harus mengukur koalisi lawan juga,“ tandas Dahlia.■