Dewan Pers

Dark/Light Mode

Nakhoda Baru PPP Tak Dorong Reshuffle

Suharso Sementara Bernapas Lega

Rabu, 14 September 2022 07:47 WIB
Suharso Monoarfa (Foto: Antara)
Suharso Monoarfa (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Suharso Monoarfa untuk sementara bisa bernapas lega. Meski kursi Ketua Umum PPP lepas, setidaknya kursi menteri masih bisa diduduki. Sebab, nakhoda baru PPP, Muhammad Mardiono memilih tak akan mendorong-dorong Presiden Jokowi untuk me-reshuffle Suharso.

Kabar Mardiono tak mendorong reshuffle disampaikan Ketua DPP PPP Achmad Baidowi. Awiek, sapaan akrab Achmad Baidowi, menegaskan, partainya tidak berniat merekomendasikan Presiden Jokowi untuk me-reshuffle Suharso dari kursi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas.

“Kami belum (kepikiran) ke arah sana (reshuffle Suharso). Karena kami memegang asas konstitusi bahwa itu adalah hak prerogatif Presiden,” kata Awiek, kepada wartawan, kemarin. 

Berita Terkait : IKN Nusantara Dorong Perusahaan Lokal Berkembang

Awiek memastikan, PPP menyerahkan sepenuhnya keputusan kocok ulang kabinet kepada Kepala Negara. "Reshuffle itu hak prerogatif pemegang mandat dari rakyat. Dan, kita serahkan sepenuhnya kepada Presiden. Kami tidak ikut-ikutan apa yang menjadi tupoksi dari Pak Jokowi,” ujarnya. 

Terkait hubungan Suharso dengan Mardiono, Sekretaris Fraksi PPP DPR itu memastikan, masih berjalan baik hingga saat ini. Dia mencoba meyakinkan publik, tak ada perpecahan yang terjadi di dalam partai berlambang Ka'bah itu.

”Mudah-mudahan Pak Suharso legowo. Dan, insya Allah, kalau lihat dari perkembangan terakhir, beliau komunikasi via telepon dengan Plt Ketum, itu sudah menunjukkan hal yang bagus,” klaim Awiek.

Berita Terkait : Isu Reshuffle Dipanaskan Istana

Senin (12/9) malam, Suharso dan Mardiono bahkan sudah bertemu empat mata. Sekjen PPP Arwani Thomafi mengatakan, di pertemuan itu, Suharso dan Mardiono bicara dari hati ke hati. Tidak ada pembahasan aneh-aneh, kecuali seputar masa depan PPP, khususnya menghadapi Pemilu 2024.

“Alhamdulillah, semalam (Senin malam) Bang Harso dan Mas Mardiono bertemu secara fisik, bicara dari hati ke hati, penuh keakraban dan banyak hal strategis yang dibicarakan. Khususnya mengenai kesiapan PPP menghadapi Pemilu 2024,” jelas Arwani, kemarin.

Secara khusus, Arwani menyebutkan, Suharso berpesan kepada Mardiono agar terus memperjuangkan PPP dalam meraih kursi di Pemilu 2024. “Pesan Bang Harso kepada Mas Mardiono, PPP harus diperjuangkan tidak hanya sekadar lolos parliamentary threshold (PT), tapi mampu meraih hasil elektoral yang signifikan, mengembalikan kursi dan posisi PPP seperti Pemilu sebelumnya,” ucapnya.

Berita Terkait : Umar Patek Dapat Remisi, Warga Autralia Merasa Hancur

Di samping itu, dia mengungkapkan bahwa Suharso yakin atas kepemimpinan Mardiono mampu membawa PPP siap dalam menghadapi Pemilu 2024. “Bang Harso yakin bahwa Mas Mardiono bisa membawa PPP lebih baik lagi,” tegas Gus Sekjen itu. 

Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia Ujang Komarudin melihat, langkah Mardiono tak mendorong reshuffle adalah agar Suharso tetap tenang. Tidak melawan. Dengan begitu, kondisi internal PPP tetap kondusif.

"Sementara, memang masih bernapas lega, asalkan tidak melawan. Jika melawan, maka akan diganti dari posisi menteri. Namun jika tak melawan, ya akan aman," ucap Ujang.■