Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gabung Ke Parpol
Mantan Jenderal Kudu Luwes Saat Sapa Rakyat
Kamis, 13 Oktober 2022 07:40 WIB
Sebelumnya
Hanya, banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan sang purnawirawan. Sebab, habitus dan hierarki mereka sudah berbeda. Jika di TNI menganut sistem komando, di partai politik, bisa tidak menemukan kebiasaan ini lagi.
“Ini juga akan berdampak pada cara mereka menyapa masyarakat. Komunikasinya akan sangat berbeda dengan dunia militer. Menyapa rakyat tidak bisa dengan gaya militer,” ingatnya.
Baca juga : Kemendes PDTT Gelorakan Gernas BBI Di CFD Jakarta
Yang menarik, Pangi mencatat, jarang sekali purnawirawan TNI yang gabung dengan PKS. Bisa jadi, lanjut Pangi, PKS ingin menghapus kesan yang dilontarkan lawan politik yang meragukan nasionalismenya.
“Purnawirawan Polisi, Adang Daradjatun, yang saya catat di PKS. Tapi jarang dari TNI, kebanyakan di partai nasionalis. Meskipun kita tahu bersama, mereka jelas Pancasila dan NKRI, tapi narasi ini terus dibangun untuk menyerang PKS. Mungkin salah satunya untuk mengeliminasi narasi ini,” tandasnya.
Baca juga : Dubes Jerman Ina Lepel Kunjungi Kampus ITS Di Surabaya
Sementara itu, Mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh mewanti-wanti pemanfaatan purnawirawan TNI dalam Pemilu 2024. Fenomena ini perlu diawasi. Sebab, usai reformasi, TNI harus betul-betul kembali ke barak dan tidak terlibat politik praktis.
Diingatkan Kent, meski sudah pensiun, purnawirawan TNI masih memiliki hubungan batin dengan tentara aktif. “Hubungan batin ini karena ada jiwa sapta marga dan sumpah prajurit yang sulit dilepaskan. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya